klik link di bawah ini..

Senin, 12 Mei 2008

JENIS-JENIS KANKER

Penderita Kanker Kebanyakan Perempuan



SETIAP orang berpotensi punya kanker. Maka tentu ada baiknya kita mengenal jenis-jenis kanker. Secara garis besar, para ahli kanker membagi penyakit mematikan ini menjadi dua jenis, yakni kanker solid dan kanker non-solid atau berupa cairan.

Kanker jenis solid sendiri terdiri dari beberapa jenis, yakni: kanker payudara, kanker otak, kanker tulang, kanker hati, hingga kanker paru.

Sedang kanker jenis non-solid hanya ada kanker darah atau istilah kedokteran sering disebut leukemia. Kanker darah ini terjadi akibat sel darah putih membelah diri tak beraturan sehingga terjadi kerusakan sel darah merah.

Di Indonesia ada sepuluh macam kanker yang paling banyak diderita warganya, yakni: kanker mulut rahim, kanker payudara, kanker paru-paru, kanker hati, kanker kelenjar getah bening, kanker darah, kanker ginjal, kanker kulit, kanker usus besar, dan kanker prostat.

Data bagian radiologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menyebutkan penyakit kanker yang banyak menyerang orang Indonesia saat ini adalah kanker mulut rahim yakni mencapai 17%, kanker payudara sebanyak 11%, kanker kulit sebanyak 7% dan kanker nasofaring sebanyak 5%. Sedang sisanya adalah kanker hati, kanker paru, dan leukemia.

"Yang memprihatinkan, rata-rata penyakit kanker ini menyerang sepuluh dari 100.000 penduduk Indonesia saat ini," ujar Sutjipto, ahli penyakit kanker di Rumah Sakit Dharmais.

Menurut dia, dari sepuluh jenis kanker itu secara kuantitas kanker payudara dan kanker mulut rahim merupakan jenis kanker yang paling banyak diderita, baik di Indonesia maupun di dunia. "Kebanyakan penderitanya adalah perempuan," ujar Sutjipto. Sayang masih banyak kaum ibu tidak waspada terhadap bahaya kedua kanker itu.

Sedang jenis kanker yang paling banyak menyerang lelaki adalah kanker prostat, kanker paru, dan kanker usus besar.

Kata Sutjipto, secara genetik kekebalan tubuh lelaki dan perempuan sebetulnya sama. Tapi, secara hormonal beda. Itu sebabnya pengidap kanker kebanyakan adalah wanita, yakni penderita kanker leher rahim dan kanker payudara.

JENIS-JENIS KANKER

Penderita Kanker Kebanyakan Perempuan



SETIAP orang berpotensi punya kanker. Maka tentu ada baiknya kita mengenal jenis-jenis kanker. Secara garis besar, para ahli kanker membagi penyakit mematikan ini menjadi dua jenis, yakni kanker solid dan kanker non-solid atau berupa cairan.

Kanker jenis solid sendiri terdiri dari beberapa jenis, yakni: kanker payudara, kanker otak, kanker tulang, kanker hati, hingga kanker paru.

Sedang kanker jenis non-solid hanya ada kanker darah atau istilah kedokteran sering disebut leukemia. Kanker darah ini terjadi akibat sel darah putih membelah diri tak beraturan sehingga terjadi kerusakan sel darah merah.

Di Indonesia ada sepuluh macam kanker yang paling banyak diderita warganya, yakni: kanker mulut rahim, kanker payudara, kanker paru-paru, kanker hati, kanker kelenjar getah bening, kanker darah, kanker ginjal, kanker kulit, kanker usus besar, dan kanker prostat.

Data bagian radiologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menyebutkan penyakit kanker yang banyak menyerang orang Indonesia saat ini adalah kanker mulut rahim yakni mencapai 17%, kanker payudara sebanyak 11%, kanker kulit sebanyak 7% dan kanker nasofaring sebanyak 5%. Sedang sisanya adalah kanker hati, kanker paru, dan leukemia.

"Yang memprihatinkan, rata-rata penyakit kanker ini menyerang sepuluh dari 100.000 penduduk Indonesia saat ini," ujar Sutjipto, ahli penyakit kanker di Rumah Sakit Dharmais.

Menurut dia, dari sepuluh jenis kanker itu secara kuantitas kanker payudara dan kanker mulut rahim merupakan jenis kanker yang paling banyak diderita, baik di Indonesia maupun di dunia. "Kebanyakan penderitanya adalah perempuan," ujar Sutjipto. Sayang masih banyak kaum ibu tidak waspada terhadap bahaya kedua kanker itu.

Sedang jenis kanker yang paling banyak menyerang lelaki adalah kanker prostat, kanker paru, dan kanker usus besar.

Kata Sutjipto, secara genetik kekebalan tubuh lelaki dan perempuan sebetulnya sama. Tapi, secara hormonal beda. Itu sebabnya pengidap kanker kebanyakan adalah wanita, yakni penderita kanker leher rahim dan kanker payudara.

Penyakit kanker dewasa ini telah menjadi hal yang paling menakutkan karena merupakan penyebab kematian kedua setelah penyakit jantung berdasarkan data WHO. Kebanyakan kematian yang disebabkan kanker dikarenakan keterlambatan pendiagnosaan dan penanganan akibat kurangnya informasi mengenai kanker.

Karena kebutuhan pengetahuan dan informasi tentang kanker inilah maka dibuat suatu sistem informasi yaitu Sistem Informasi dan Konsultasi Kanker yang akan memberikan informasi secara jelas mengenai kanker antara lain tentang pengertian kanker, jenis-jenis kanker, gejala kanker dan pengobatan kanker.

Sistem informasi dan konsultasi kanker ini dibuat dengan menggunakan PHP dan MySQL. Sistem ini selain menyediakan informasi tentang kanker juga menyediakan fasilitas konsultasi bagi yang ingin menanyakan hal-hal tentang penyakit kanker. Sistem ini juga menyediakan beberapa fasilitas tambahan antara lain artikel atau berita tentang kanker, agenda kegiatan yang berkaitan dengan kanker baik yang diadakan oleh yayasan maupun pihak luar.

Dengan adanya sistem informasi ini diharapkan dapat memberikan informasi dan pengetahuan yang cukup tentang penyakit kanker kepada masyarakat umum.

KANKER

Orang Inggris menyebutnya CANCER. Kita menyebutnya KANKER. Kata Cancer
mengingatkan kita pada salah satu bintang Horoskop untuk yang lahir
tanggal 23 Juni – 23 Juli. Simbolnya adalah kepiting. Dalam Ilmu
Penyakit (Patologi) kanker adalah neoplasma yang ganas. Neoplasma adalah
perbanyakan, pertumbuhan dan perkembangan sel-sel tubuh yang abnormal,
mungkin tidak terkendalikan oleh mekanisme fisiologis yang ada dalam tubuh
kita. Kanker dapat meluas ke jaringan sekitarnya yang terdekat, atau
bahkan ke bagian tubuh lain yang jauh dari kanker itu berada. Memang,
kalau seluruh tubuh suatu kanker itu dapat diambil, tubuh kanker beserta
akar-akarnya itu mirip seekor kepiting.

Kanker dibedakan dengan TUMOR. Tumor adalah neoplasma yang jinak. Dalam
batas-batas tertentu, tubuh masih mampu membatasi pertumbuhan dan
perkembangan neoplasma itu, misalnya dengan membentuk kapsul atau dinding
pembatas yang tegas antara tumor dan jaringan sehat di sekitarnya. Secara
awam, pengertian tumor sama dengan benjolan abnormal yang terjadi pada
atau dalam tubuh kita. Misalnya, benjolan akibat trauma kena pukul,
terbentur sesuatu, pendarahan bawah kulit dan sebagainya.

Jenis-jenis kanker sangat banyak. Penyakit ini diklasifikasikan dan
diberi nama menurut acuan Internasional. Misalnya dengan sebutan
‘Karsinoma’ untuk kanker pada sel-sel kelenjar kulit dan sebagainya, contoh
: Carcinoma mammae untuk kanker payudara. Untuk sel-sel jaringan kanker
diberi sebutan ‘Sarcoma’, contoh : jaringan tulang dan jaringan
linfatik, masing-masing dinamakan osteosarkoma dan limfosarkoma. Ada juga
nama khusus misalnya Leukimia untuk kanker darah.

Kriteria diagnostik kanker ditetapkan atas dasar gambaran klinis,;
keluhan dan gejala-gejala, serta gambaran anatomiknya yang tentu beragam
berdasarkan jenis dan lokasi kanker.; berat-ringan dan komplikasi
penyakit. Gambaran patologis anatomik meliputi gambaran makroskopik yaitu
berupa benjolan abnormal pada permukaan atau di dalam tubuh yang tidak
jelas batas-batasnya, tidak terbungkus dalam kapsul. Diagnostik pasti
mungkin diperoleh setelah dilakukan biopsi dan kemudian diproses dan
diperiksa secara mikroanatomik. Misalnya, dibawah mikroskop terlihat ada
sel-sel kanker tampak tidak khas bentuknya, terkesan kehilangan kemampuan
dalam berdiferensiasi dan tidak menentu arah perluasannya. Selain itu,
kanker sering mengalami metastasis yaitu meluas ke bagian tubuh lain
lewat peredaran darah. Diagnosis kanker dapat lebih cepat dilakukan dengan
bantuan pemeriksaan cairan tubuh, darah dan sebagainya untuk
jenis-jenis kanker tertentu.

Penyebab kanker sangat bermacam-macam, sebagian besar sulit atau tidak
dapat ditetapkan secara pasti. Kelompok penyebab kanker yang dikenal,
yaitu :
1. Karsinogen bahan kimia
2. Virus onkogenik
3. Energi radiasi
4. Karsinogen

Karsinogen kimia utama meliputi karsinogen langsung. Seperti
dimetilsufat, sejumlah obat-obat anti kanker, dan sebagainya. Ada bahan
prokarsinogen yang memacu secara tidak langsung terjadinya sel-sel kanker,
dan
ada bahan tumbuhan alam dan hasil mikroba, pemacu kanker misalnya
alfatoksin B1, kacang betel, dsb. Bahan kimia utama lain adalah insektisida,
fungisida, vinil klorida, dll. Sejumlah virus mungkin dapat menyebabkan
kanker misalnya virus DNA, Virus Herpes dan Virus Hepatitis B. energi
radiasi sinar dan juga bahan-bahan tertentu dapat menginduksi terjadinya
sel-sel kanker, misalnya : sinar UV, sinar-X, pemecahan nuklir dan
radionuklida. Jadi kita ini berada dalam lingkungan yang bisa menyebabkan
kanker!

Tidak semua orang dapat terkena kanker. Ada faktor-faktor resiko yang
memungkinkan seseorang terkena kanker, yaitu : terkena paparan
karsinogen dari 4 kelompok tersebut dalam jangka waktu panjang, ada faktor
genetik atau famili, ditambah dengan faktor stress berkepanjangan. Dengan
diketahuinya penyebab dan faktor-faktor resiko tersebut, tindakan
pencegahan dan kewaspadaan dini lebih mudah dilakukan. Minimal stadium dini
penyakit kanker dapat dideteksi untuk secepatnya dilakukan tindakan
terapetik.

Secara medis, tindakan terapetik meliputi berbagai pilihan. Tindakan
bisa spesifik dengan khemoterapi atau obat-obat kimia. Terapi kanker ada
yang tidak spesifik benar, misalnya dengan radiasi atau pembedahan.
Kombinasi keduanya, khemoterapi dan radiasi atau pembedahan mungkin juga
dilakukan sesuai indikasinya.
Selain itu, terapi gizi yang sifatnya suportif untuk meningkatkan daya
tahan tubuh juga secara langsung membantu penyembuhan dan pemulihan
kesehatan penderita. Terapi ini juga meminimalkan efek samping dari terapi
medis serta dapat mempercepat penyembuhannya.

Khasiat Sarang Semut
Print E-mail

Penyakit yang Dapat Disembuhkan

Secara empiris Sarang Semut telah terbukti dapat meyembuhkan beragam penyakit ringan dan berat, seperti kanker dan tumor, asam urat, jantung koroner, wasir, TBC, migren, rematik dan leukemia. Mengenai mekanisme kerja kandungan senyawa aktif Sarang Semut dalam mengobati berbagai penyakit tersebut memang masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Beberapa penyakit yang bisa disembuhkan dan kemungkinan senyawa aktif yang berperan menaklukkan penyakit tersebut dijelaskan sebagai berikut.

1. Kanker dan tumor

Jenis-jenis kanker dan tumor, baik jinak maupun ganas, yang dapat disembuhkan dengan Sarang Semut adalah kanker otak, kanker hidung, kanker payudara, kanker lever, kanker paru-paru, kanker usus, kanker rahim, kanker kulit, kanker prostat, serta kanker darah (leukemia), kecuali kanker tenggorokan dan rongga mulut.

Kemampuan Sarang Semut secara empiris untuk pengobatan berbagai jenis kanker/tumor tersebut diduga kuat berkaitan dengan kandungan flavonoidnya. Ada beberapa mekanisme kerja dari flavonoid dalam melawan tumor/kanker, misalnya inaktivasi karsinogen, antiproliferasi, penghambatan siklus sel, induksi apoptosis dan diferensiasi, inhibisi angiogenesis, dan pembalikan resistensi multi-obat atau kombinasi dari mekanisme-mekanisme tersebut.

2. Gangguan jantung, terutama jantung koroner

Hingga kini mekanismenya memang belum jelas, tetapi kemampuan Sarang Semut untuk pengobatan berbagai macam penyakit/gangguan jantung ada kaitannya dengan kandungan multi-mineral Sarang Semut, terutama kalsium dan kalium.

3. Stroke ringan maupun berat

Pengobatan stroke kemungkinan sangat berkaitan dengan kandungan multi-mineral yang terkandung dalam Sarang Semut.

4. Ambeien (wasir)

Kemampuan Sarang Semut untuk pengobatan ambeien (wasir) berkaitan dengan kandungan flavonoid dan taninnya yang tinggi. Kedua golongan senyawa ini dalam beberapa penelitian memang sudah terbukti dapat mengobati wasir.

5. Benjolan-benjolan dalam payudara

Yang dimaksud dengan benjolan-benjolan pada payudara adalah pembengkakan bukan tumor (non-neoplasma). Diduga kuat mekanisme penyembuhannya serupa dengan kasus tumor dan kanker, yaitu dengan mengandalkan kemampuan kandungan flavonoid yang terkandung dalam Sarang Semut.

6. Gangguan fungsi ginjal dan prostat

Mekanisme pengobatan gangguan fungsi ginjal dan prostat kemungkinan ada kaitannya dengan kandungan antioksidan (flavonoid dan tokoferol) serta multi-mineral yang ada dalam Sarang Semut.

7. Haid dan keputihan

Proses pengobatan untuk keputihan dan melancarkan haid ada kaitannya dengan kandungan flavonoid, tanin, dan multi-mineralnya, terutama kalsium dan seng.

8. Melancarkan peredaran darah

Kandungan antioksidan yang tinggi (tokoferol dan flavonoid) dan multi-mineral yang terkandung dalam sarang memiliki peranan penting dalam melancarkan peredaran darah.

9. Migren (sakit kepala sebelah)

Untuk pengobatan migren berkaitan dengan fungsi kandungan flavonoid dan multi-mineral dalam Sarang Semut, khususnya kalsium, natrium, dan magnesium.

10. Penyakit paru-paru (TBC)

Pengobatan TBC terkait dengan peranan flavonoid yang terkandung dalam Sarang Semut yang berfungsi sebagai antivirus.

11. Rematik (encok)

Ini terkait dengan kemampuan flavonoid sebagai inhibitor enzim xanthine oxidase dan antioksidan serta tokoferol sebagai antioksidan dan multi-mineral yang terkandung dalam Sarang Semut.

12. Gangguan alergi hidung, mimisan, bersin-bersin

Senyawa-senyawa yang bertanggung jawab terhadap gangguan ini adalah antioksidan (tokoferol dan flavonoid) dan tanin.

13. Sakit maag

Seperti halnya TBC, yang berperan dalam pengobatan maag adalah flavonoid yang terkandung dalam Sarang Semut sebagai antibakteri.

Manfaat Tambahan Sarang Semut

Selain telah terbukti secara empiris dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti tersebut di atas, Sarang Semut juga dapat digunakan untuk untuk melancarkan dan meningkatkan ASI, memulihkan gairah seksual, dan memulihkan serta menjaga stamina.

1. Melancarkan dan meningkatkan ASI

Kandungan multi-mineral dari tumbuhan Sarang Semut diduga memiliki peranan yang penting dalam melancarkan dan meningkatkan produksi ASI, mempercepat proses pemulihan kesehatan ibu setelah melahirkan, dan memulihkan kewanitaan (sari rapet).

2. Memulihkan gairah seksual

Kandungan antioksidan yang tinggi (tokoferol dan flavonoid) dan multi-mineral dari tumbuhan Sarang Semut diduga memiliki peranan yang penting dalam meningkatkan gairah seksual ini.

3. Memulihkan stamina tubuh

Kandungan antioksidan yang tinggi (tokoferol dan flavonoid) dan multi-mineral dais tumbuhan Sarang Semut diduga memiliki peranan yang penting dalam memulihkan kesegaran dan stamina tubuh.

(Sumber: Buku "Gempur Penyakit dengan Sarang Semut" Penulis Dr. Ir. Ahkam Subroto, Hendro Saputro)

Jenis - Jenis Kanker Rahim


Cukup banyak jenis kanker rahim. Tapi, jelas Nasdaldy ada tiga jenis yang
paling banyak menyerang wanita; kanker serviks (leher rahim), kanker
ovarium
(indung telur), dan kanker endometrium (badan rahim).
1. KANKER SERVIKS

* Gejala
Terdapat keputihan berlebihan, berbau busuk, dan tidak
sembuh-sembuh. Memang, tak semua keputihan pertanda ada kanker. Sebab,
keputihan pun bisa karena ada rangsangan lain. "Karena itu, kalau timbul
keputihan abnormal sebaiknya periksa ke dokter, apakah itu kanker atau
bukan."
Gejala lain, terdapat perdarahan di luar siklus haid. "Terutama
perdarahan setelah berhubungan intim." Untuk memastikannya harus diperiksa
dokter, karena perdarahan bisa juga terjadi akibat gangguan keseimbangan
hormon.
Bila kanker sudah mencapai stadium 3 ke atas, maka akan terjadi
pembengkakan di berbagai anggota tubuh, seperti di paha, betis, tangan, dan
sebagainya. Tapi, jika masih prakanker justru tak ada gejala.
* Deteksi Dini
Bagi wanita yang telah berhubungan seks, lakukan pemeriksaan
Pap's
smear; mengambil getah serviks dari vagina yang akan diperiksa ahli
patologi. "Pap's smear bisa mendeteksi prakanker sampai kanker sehingga
memungkinkan dilakukan pengobatan cepat dan tepat." Lakukan pemeriksaan
secara berkala, setahun sekali. Toh, tidak mahal. Bahkan di puskesmas pun
bisa.
* Pengobatan
Yang utama lewat operasi; sederhana, besar, khusus. Operasi
sederhana dilakukan pada tingkat stadium awal, yang disebut dengan konisasi
(pemotongan rahim seperti kerucut). Karena dalam stadium awal (prakanker)
dari nol hingga 1A. "Kanker masih berada di sel-sel selaput lendir."
Operasi
dilakukan bila pasien masih ingin hamil. Bila tak ingin hamil lagi akan
dilakukan histerektomi simple (rahim diangkat semua). Tujuannya agar kanker
tak kambuh lagi.
Histerektomi radikal akan dilakukan bila kanker sudah stadium 1B
sampai 2A/2B. "Seluruh rahim diangkat berikut sepertiga vagina, serta
penggantung rahim akan dipotong hingga sedekat mungkin dengan dinding
panggul. Indung telur bisa diangkat atau tidak tergantung usia pasien. Bila
masih haid, indung telur akan ditinggal." Kendati vagina dipotong tak
berarti tak bisa berhubungan seks, lo. "Awalnya akan terasa tak enak karena
vagina lebih pendek, tapi pada akhirnya akan terbiasa juga, kok." Nah, bila
kanker serviks sudah berada dalam stadium 2B ke atas, operasi tak lagi bisa
dilakukan, melainkan dengan radiasi atau penyinaran. Sayangnya, penyinaran
memiliki komplikasi; indung telur ikut mati terkena radiasi. "Akibatnya
hormon pun mati. Padahal hormon diperlukan untuk gairah seksual dan haid.
Juga mencegah osteroporosis dan jantung."
Komplikasi lainnya, dalam penyinaran bukan enggak mungkin
terkena
organ lain, semisal dubur dan saluran kencing. Terkadang terjadi luka bakar
pada dubur dan terjadi diare atau perdarahan terus. "Kalau terjadi

demikian, maka dubur atau saluran kencing harus diangkat. Sebagai gantinya
akan dibuatkan dubur atau saluran kencing baru lewat perut."
Bahkan, akibat penyinaran vagina pun menjadi kaku, sehingga
penderita tak bisa berhubungan seks. "Lain dengan operasi, kendati vagina
diangkat sepertiganya tapi masih tetap bisa berhubungan seks."
Belum lagi bila ternyata tumor resisten terhadap penyinaran,
sehingga berapa pun banyaknya penyinaran, tumornya tetap ada. Padahal
komplikasi penyinaran, kan, sangat banyak. Itu sebabnya radiasi dilakukan
bila tak ada pilihan lain.
Pengobatan berikutnya, kemoterapi; dilakukan bila operasi dan
radiasi tidak memungkinkan lagi. Semisal, dalam setahun sudah pernah
diradiasi, sehingga tak mungkin dilakukan radiasi lagi karena dikhawatirkan
terjadi komplikasi. Sayangnya, kemoterapi sangat mahal biayanya.
2. KANKER OVARIUM

* Gejala
Perut terasa begah, kembung, tidak nyaman. "Tapi gejala ini
tidak
spesifik. Bahkan, kebanyakan justru tak merasakan gejala apa-apa." Gejala
selanjutnya perut membesar, terasa ada benjolan, nyeri panggul, gangguan
BAB/BAK akibat penekanan pada saluran pencernaan dan saluran kencing.
Bahkan
pada keadaan yang lebih lanjut, dapat terjadi penimbunan cairan di rongga
perut sampai mengalir ke rongga dada, sehingga perut tampak sangat
membuncit. "Terkadang disertai sesak napas. Kalau sudah demikian, biasanya
sudah terlambat ditangani."
* Deteksi Dini
Kerap terjadi keterlambatan deteksi akibat sulit mendeteksinya
pada
stadium dini. "Karena lokasi ovarium berada di dalam rongga panggul,
sehingga tak terlihat dari luar."
Biasanya kanker ditemukan lewat pemeriksaan dalam. Bila
ditemukan
kista, maka akan di-USG, apakah terdapat tanda-tanda kanker atau tidak.
"Memang tak semua kista akan jadi kanker. Kista yang mengarah kanker
biasanya berlokus-lokus atau bersekat-sekat. Juga dindingnya tebal dan
tidak
teratur.
Pemeriksaan lainnya, CT-Scan dan tumor marker (pertanda tumor)
lewat
pemeriksaan darah.
* Pengobatan
Dilakukan operasi yang dilanjutkan dengan terapi. Komplikasinya,
mual, muntah, atau rambut rontok. Kemoterapi tidak diberikan pada penderita
stadium awal.

3. KANKER ENDOMETRIUM

* Gejala
Terdapat perdarahan, terutama pada pasca menopause atau di luar masa haid.
Juga bila haidnya sangat lama dan banyak. "Karena dengan haid lama dan
banyak, maka berarti endometriumnya semakin menebal, kan?"
* Deteksi Dini
Karena gejala awal berupa perdarahan, maka umumnya penderita
lebih
awal melakukan pemeriksaan sehingga sebagian besar penyakit ini diketahui
pada stadium awal.
Pemeriksaan USG dilakukan untuk melihat ketebalan dinding
edometrium. Selanjutnya dilakukan kuretase. "Cairannya akan dibawa ke
patologi untuk dilihat apakah kanker atau bukan."
* Pengobatan
Operasi yang dilanjutkan dengan radiasi atau kemoterapi.

Pada waktu kanker menyerang bagian tubuh yang paling jelas terlihat.

Kanker kepala dan leher adalah jenis-jenis kanker yang paling sulit untuk diobati.
Kanker kepala dan leher, seperti namanya, adalah istilah yang biasa digunakan untuk menggambarkan sejumlah tumor ganas (bersifat kanker) yang tumbuh pada jaringan ataupun organ manapun di bagian kepala dan leher, seperti kanker pada mulut, tenggorokan, sinus, lubang pernapasan, pangkal tenggorokan dan kelenjar ludah.

Di dunia, enam puluh persen dari seluruh kasus kanker merupakan kanker kepala dan leher, dan jenis kanker umumnya diderita kaum pria, dan juga mereka yang berusia lebih 50 tahun keatas. Di Malaysia contohnya, kanker nasofarink merupakan jenis kanker yang paling banyak diderita oleh kaum pria sepanjang 2003. Terkait erat dengan penggunaan tembakau dan alkohol, kanker kepala dan leher biasanya lebih banyak ditemukan di negara-negara dengan tingkat konsumsi tembakau dan alkohol yang lebih tinggi.

Lebih dari 90 persen kanker kepala dan leher mulai tumbuh pada sel-sel yang membentuk permukaan mukosal pada daerah kepala dan leher. Karena pada umumnya sel-sel mukosal terlihat seperti sirip (skuamus) di bawah mikroskop, kanker kepala dan leher sering disebut sebagai karsinoma sel skuamus (squamous cell carcinomas).

Melemahkan, merusakan dan mematikan
Sekitar 75 persen dari pasien kanker kepala dan leher mengunjungi ahli kesehatan mereka untuk pertama kalinya dengan kanker yang sudah bertahap tinggi, sehingga kemungkinan untuk sembuh pun jauh lebih rendah. Penyebabnya adalah tanda-tanda awal dari kanker kepala dan leher seringkali diabaikan. Tingkat kelangsungan hidup selama lima tahun untuk pasien-pasien yang menderita tumor yang tidak bisa disembuhkan dengan jalan operasi hanyalah sekitar 15 sampai 25 persen.

Penderita kanker kepala dan leher juga mengalami penurunan kualitas hidup yang drastic. Dikarenakan oleh lokasi para penderita kanker ini, pasien-pasien sering mengalami kehilangan fungsi dasar tubuh, seperti berbicara, mengunyah/makan, bernapas dan fungsi syaraf muka. Raut wajah mereka pun dirusak oleh pertumbuhan tumor.

Salah satu dari institusi-institusi ternama di Asia dalam perawatan kanker kepala dan leher adalah Pusat Kanker Nasional Singapura (National Cancer Centre of Singapore – NCCS). Didirikan pada tahun 1999 sebagai sebuah pusat kanker lengkap yang menawarkan pelayanan menyeluruh kepada warganegara Singapura, institusi ini telah mengembangkan wilayah cakupannya dan menerima lebih dari 1570 pasien asing setiap tahunnya. NCCS terutama dikenal untuk keahliannya dalam pengobatan jenis-jenis kanker yang lebih rumit, seperti kanker hati, kanker kepala dan leher, dan kanker paru-paru. Sekitar dua pertiga dari seluruh kanker jenis ini di Singapura ditangani oleh NCSS.

Diagnosa dan perawatan
Di NCCS, diagnosa untuk kanker kepala dan leher biasanya berawal dengan pemeriksaan badan. Tes-tes selanjutnya termasuk penggunaan endoskop untuk memeriksa bagian dalam tubuh, pemeriksaan tomografi komputer (CT Scan), pencitraan resonan magnetik (MRI) atau PET scan. Sampel darah, sampel air seni, ataupun sampel sebuah jaringan kemudian diambil untuk memastikan jenis tumor.

A/Prof London Lucien Ooi, Kepala Hepatobiliari, Bedah Onkologi dan Kepala Bedah Hepatobiliari di Pusat Kanker Nasional Singapura (National Cancer Centre Singapore – NCSS), mengatakan, "Diagnosa yang dini dan akurat sangatlah penting untuk menjamin hasil yang baik bagi sang pasien, karena itulah kami menitikberatkan hal ini," kata A/Prof Ooi. "Hal ini memungkinkan kita untuk merancang pilihan-pilihan pengobatan yang terbaik sehingga dapat mengatasi kanker secara efektif."

Untuk kanker kepala dan leher, Terapi Radiasi Bermodulasi Intensitas (Intensity Modulated Radiation Therapy – IMRT) merupakan metode pengobatan yang utama. Teknologi yang canggih untuk melawan kanker ini menggunakan akselerator x-ray yang dikendalikan oleh komputer untuk menghasilkan dosis radiasi berintensitas tinggi ke sebuah tumor, dengan membatasi terkenanya radiasi pada jaringan normal di sekitarnya. Perawatan ini dirancang secara hati-hati dengan menggunakan gambar-gambar CT 3 dimensi untuk menghitung pola intensitas dosis sang pasien. Hasil akhirnya adalah sel kanker dimusnahkan sedangkan sel-sel sehat tidak dirusak sehingga mengurangi efek samping pada para pasien. NCCS adalah yang pertama di Asia Tenggara yang menggunakan IMRT.

Di NCCS, sebuah tim yang berspesialisasi khusus dalam kanker kepala dan leher terlibat dalam proses IMRT, termasuk ahli onkologi radiasi, ahli fisika radiasi kedokteran, ahli dosimetri, ahli terapi radiasi dan juru rawat terapi radiasi.

Tergantung pada tahapan dari kanker kepala dan leher yang diderita, dokter mungkin juga menganjurkan untuk menjalani operasi. Pembedahan untuk kanker kepala dan leher adalah pembedahan yang sangat sulit dengan resiko komplikasi yang tinggi, dan sering disebut oleh para ahli bedah sebagai "pembedahan tingkat tinggi". Oleh karena itu, para pasien perlu memilih pusat kanker yang telah sering menangani kasus-kasus kanker kepala dan leher, karena ini berarti para dokter spesialis di sana telah memiliki pengalaman yang lebih dalam pengobatan kanker kepala dan leher.

Pendeteksian dini merupakan upaya pencegahan yang terbaik
Ms. FH Lee, seorang warganegara Australia yang tinggal di Kuala Lumpur pada awal tahun 1999 merasa heran akan sariawan di lidahnya yang tidak kunjung sembuh. Biopsi yang dilakukan tidak mendeteksi adanya kanker. Setelah berkonsultasi dengan seorang dokter ahli gigi lain, ia menjalani operasi. Hanya pada tahun 1999 ia mendapati bahwa ia menderita kanker lidah dengan tahapan awal dan segera menemui Prof Soo Khee Chee, Direktur NCCS, untuk menerima perawatan untuk mengobati kanker mulut yang dideritanya. Ia mendengar tengan Prof Soo dari para dokter ahli penyakit dalam di KL sewaktu sariawan di lidahnya tidak kunjung sembuh.

Prof Soo mengatakan, "Kanker kepala dan leher cepat berkembang menjadi sesuatu yang lazim di kawasan Asia, terutama di antara orang-orang yang sering merokok dan mengkonsumsi alkohol. Setiap pengobatan kanker bersifat unik dan anda memerlukan beberapa ahli untuk memilih perawatan yang paling tepat dan optimal. Pada kasus Ms Lee, kami memilih untuk melakukan pembedahan daripada radioterapi karena kankernya masih di tahapan awal dan kami bahkan tidak perlu menyuruhnya untuk menjalani kemoterapi setelah pembedahan.

Sekarang, Ms Lee merasa senang kunjungan-kunjungan tahunannya ke NCCS, menunjukan tidak adanya tanda-tanda kanker. Ia telah memulai gaya hidup yang sehat, melibatkan diri dalam penerbangan berkeliling dunia untuk menemui sanak saudara.Ia mengatakan, "Saya amat senang karena medapatkan dokter-dokter dengan segudang pengalaman dalam pengobatan jenis kanker ini untuk mengoperasi saya. Ini memberikan saya rasa yakin untuk percaya bahwa mereka bisa menyembuhkan saya dan menyelamatkan nyawa saya, dengan menggunakan pengobatan yang paling baik untuk kondisi saya. Saran saya untuk para pasien kanker kepala dan leher dan keluarga mereka? "Mencari dokter spesialis yang tepat untuk memeriksakan masalah yang dialami dengan baik dan mendapatkan perawatan sedini mungkin amatlah penting."