Jenis - Jenis Kanker Rahim
Cukup banyak jenis kanker rahim. Tapi, jelas Nasdaldy ada tiga jenis yang
paling banyak menyerang wanita; kanker serviks (leher rahim), kanker
ovarium
(indung telur), dan kanker endometrium (badan rahim).
1. KANKER SERVIKS
* Gejala
Terdapat keputihan berlebihan, berbau busuk, dan tidak
sembuh-sembuh. Memang, tak semua keputihan pertanda ada kanker. Sebab,
keputihan pun bisa karena ada rangsangan lain. "Karena itu, kalau timbul
keputihan abnormal sebaiknya periksa ke dokter, apakah itu kanker atau
bukan."
Gejala lain, terdapat perdarahan di luar siklus haid. "Terutama
perdarahan setelah berhubungan intim." Untuk memastikannya harus diperiksa
dokter, karena perdarahan bisa juga terjadi akibat gangguan keseimbangan
hormon.
Bila kanker sudah mencapai stadium 3 ke atas, maka akan terjadi
pembengkakan di berbagai anggota tubuh, seperti di paha, betis, tangan, dan
sebagainya. Tapi, jika masih prakanker justru tak ada gejala.
* Deteksi Dini
Bagi wanita yang telah berhubungan seks, lakukan pemeriksaan
Pap's
smear; mengambil getah serviks dari vagina yang akan diperiksa ahli
patologi. "Pap's smear bisa mendeteksi prakanker sampai kanker sehingga
memungkinkan dilakukan pengobatan cepat dan tepat." Lakukan pemeriksaan
secara berkala, setahun sekali. Toh, tidak mahal. Bahkan di puskesmas pun
bisa.
* Pengobatan
Yang utama lewat operasi; sederhana, besar, khusus. Operasi
sederhana dilakukan pada tingkat stadium awal, yang disebut dengan konisasi
(pemotongan rahim seperti kerucut). Karena dalam stadium awal (prakanker)
dari nol hingga 1A. "Kanker masih berada di sel-sel selaput lendir."
Operasi
dilakukan bila pasien masih ingin hamil. Bila tak ingin hamil lagi akan
dilakukan histerektomi simple (rahim diangkat semua). Tujuannya agar kanker
tak kambuh lagi.
Histerektomi radikal akan dilakukan bila kanker sudah stadium 1B
sampai 2A/2B. "Seluruh rahim diangkat berikut sepertiga vagina, serta
penggantung rahim akan dipotong hingga sedekat mungkin dengan dinding
panggul. Indung telur bisa diangkat atau tidak tergantung usia pasien. Bila
masih haid, indung telur akan ditinggal." Kendati vagina dipotong tak
berarti tak bisa berhubungan seks, lo. "Awalnya akan terasa tak enak karena
vagina lebih pendek, tapi pada akhirnya akan terbiasa juga, kok." Nah, bila
kanker serviks sudah berada dalam stadium 2B ke atas, operasi tak lagi bisa
dilakukan, melainkan dengan radiasi atau penyinaran. Sayangnya, penyinaran
memiliki komplikasi; indung telur ikut mati terkena radiasi. "Akibatnya
hormon pun mati. Padahal hormon diperlukan untuk gairah seksual dan haid.
Juga mencegah osteroporosis dan jantung."
Komplikasi lainnya, dalam penyinaran bukan enggak mungkin
terkena
organ lain, semisal dubur dan saluran kencing. Terkadang terjadi luka bakar
pada dubur dan terjadi diare atau perdarahan terus. "Kalau terjadi
demikian, maka dubur atau saluran kencing harus diangkat. Sebagai gantinya
akan dibuatkan dubur atau saluran kencing baru lewat perut."
Bahkan, akibat penyinaran vagina pun menjadi kaku, sehingga
penderita tak bisa berhubungan seks. "Lain dengan operasi, kendati vagina
diangkat sepertiganya tapi masih tetap bisa berhubungan seks."
Belum lagi bila ternyata tumor resisten terhadap penyinaran,
sehingga berapa pun banyaknya penyinaran, tumornya tetap ada. Padahal
komplikasi penyinaran, kan, sangat banyak. Itu sebabnya radiasi dilakukan
bila tak ada pilihan lain.
Pengobatan berikutnya, kemoterapi; dilakukan bila operasi dan
radiasi tidak memungkinkan lagi. Semisal, dalam setahun sudah pernah
diradiasi, sehingga tak mungkin dilakukan radiasi lagi karena dikhawatirkan
terjadi komplikasi. Sayangnya, kemoterapi sangat mahal biayanya.
2. KANKER OVARIUM
* Gejala
Perut terasa begah, kembung, tidak nyaman. "Tapi gejala ini
tidak
spesifik. Bahkan, kebanyakan justru tak merasakan gejala apa-apa." Gejala
selanjutnya perut membesar, terasa ada benjolan, nyeri panggul, gangguan
BAB/BAK akibat penekanan pada saluran pencernaan dan saluran kencing.
Bahkan
pada keadaan yang lebih lanjut, dapat terjadi penimbunan cairan di rongga
perut sampai mengalir ke rongga dada, sehingga perut tampak sangat
membuncit. "Terkadang disertai sesak napas. Kalau sudah demikian, biasanya
sudah terlambat ditangani."
* Deteksi Dini
Kerap terjadi keterlambatan deteksi akibat sulit mendeteksinya
pada
stadium dini. "Karena lokasi ovarium berada di dalam rongga panggul,
sehingga tak terlihat dari luar."
Biasanya kanker ditemukan lewat pemeriksaan dalam. Bila
ditemukan
kista, maka akan di-USG, apakah terdapat tanda-tanda kanker atau tidak.
"Memang tak semua kista akan jadi kanker. Kista yang mengarah kanker
biasanya berlokus-lokus atau bersekat-sekat. Juga dindingnya tebal dan
tidak
teratur.
Pemeriksaan lainnya, CT-Scan dan tumor marker (pertanda tumor)
lewat
pemeriksaan darah.
* Pengobatan
Dilakukan operasi yang dilanjutkan dengan terapi. Komplikasinya,
mual, muntah, atau rambut rontok. Kemoterapi tidak diberikan pada penderita
stadium awal.
3. KANKER ENDOMETRIUM
* Gejala
Terdapat perdarahan, terutama pada pasca menopause atau di luar masa haid.
Juga bila haidnya sangat lama dan banyak. "Karena dengan haid lama dan
banyak, maka berarti endometriumnya semakin menebal, kan?"
* Deteksi Dini
Karena gejala awal berupa perdarahan, maka umumnya penderita
lebih
awal melakukan pemeriksaan sehingga sebagian besar penyakit ini diketahui
pada stadium awal.
Pemeriksaan USG dilakukan untuk melihat ketebalan dinding
edometrium. Selanjutnya dilakukan kuretase. "Cairannya akan dibawa ke
patologi untuk dilihat apakah kanker atau bukan."
* Pengobatan
Operasi yang dilanjutkan dengan radiasi atau kemoterapi.

0 komentar:
Posting Komentar