Meskipun rasanya sangat masam, belimbing wuluh ampuh mengatasi berbagai penyakit ringan dan penyakit degeneratif serta bisa digunakan sebagai obat luar.
Melihat sosoknya, tanaman dari keluarga Oxalidaceae itu, kurang menarik. Namun di balik sosoknya yang kurang menonjol, belimbing wuluh merupakan tanaman berkhasiat untuk mengatasi batuk, rematik, hingga tekanan darah tinggi.
Batuk Hingga Sariawan
Kebanyakan orang mengenal belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) sebagai tanaman pekarangan yang berbunga sepanjang tahun. Belum banyak yang tahu tanaman asal Amerika tropis ini juga dapat digunakan untuk mengobati aneka penyakit.
Selama ini, orang mengambil manfaat belimbing wuluh hanya sebagai sirup, manisan, atau bumbu masak. Padahal, secara tradisional, tanaman ini banyak dimanfaatkan mengatasi berbagai penyakit; seperti batuk, diabetes, rematik, gondongan, sariawan, sakit gigi, gusi berdarah, jerawat sampai tekanan darah tinggi.
Bagian yang biasa digunakan adalah buah, batang, daun, dan bunganya. Keempat bagian tersebut banyak mengandung senyawa yang berkhasiat, antara lain saponin, tanin, glukosida, kalsium oksalat, sulfur, asam format, peroksida, dan kalium sitrat.
Untuk mengatasi batuk, diperlukan segenggam daun, setengah genggam bunga, dan tiga buah belimbing wuluh. Ketiga bahan itu kemudian direbus bersama-sama dalam tiga gelas air hingga tinggal dua gelas. Setelah disaring, minum air rebusan tiga kali sehari selama tiga hari sampai batuk mereda.
Untuk sakit gigi, ambil lima buah belimbing wuluh. Setelah dicuci bersih, kunyah belimbing dengan garam secukupnya. Ulangi beberapa kali sampai rasa sakit berkurang. Cara yang sama juga bisa diaplikasikan dalam mengatasi gusi berdarah. Makan saja dua buah belimbing wuluh hijau yang masih segar dengan garam secukupnya. Lakukan beberapa kali sampai rasa sakit mereda.
Untuk mengatasi sariawan, lain lagi caranya. Ambil delapan kuntum bunga serta asam jawa dan garam secukupnya. Agar rasanya lebih enak, boleh ditambah gula aren. Selanjutnya, rebus semua bahan dengan tiga gelas air sampai tinggal dua gelas. Saring air rebusan tersebut dan minum dua kali sehari selama dua hari hingga sariawan teratasi.
Sebagai Obat Luar
Buah belimbing wuluh segar juga berkhasiat untuk obat luar, seperti jerawat misalnya. Caranya, siapkan tiga buah belimbing wuluh segar. Cuci sampai bersih lalu parut dan campur sedikit garam. Tempelkan parutan belimbing pada kulit yang berjerawat. Lakukan terus dua kali sehari selama beberapa hari.
Untuk gondongan, setengah genggam daun belimbing wuluh ditumbuk bersama tiga gelondong bawang putih ukuran sedang. Selanjutnya, kompres bagian yang gondongan dengan ramuan tersebut dua kali sehari, sedikitnya dua hari berturut-turut atau sampai gondongan pulih.
Belimbing wuluh juga ampuh untuk meredakan rematik. Cuci segenggam daun lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan kapur sirih secukupnya dan oleskan pada bagian yang sakit. Lakukan dua kali sehari sampai rematik hilang.
Diabetes dan Darah Tinggi
Selain ampuh mengatasi berbagai penyakit “ringan”, belimbing wuluh juga efektif untuk meredakan penyakit degeneratif semisal diabetes dan tekanan darah tinggi. Untuk mengatasi diabetes, dibutuhkan sebanyak enam buah belimbing wuluh yang dicacah kasar. Selanjutnya, cacahan belimbing wuluh direbus dengan segelas air hingga tinggal setengahnya saja. Saring ramuan tersebut dan minum dua kali sehari hingga kadar gula darah normal.
Untuk mengatasi darah tinggi, siapkan tiga buah belimbing wuluh yang belum matang benar dan berukuran besar, lalu cuci dan parut. Selanjutnya, campurkan parutan buah belimbing dengan 25 gram biji srigading yang sudah dicuci. Masukkan ke dalam panci berisi empat gelas air lalu direbus. Setelah dingin, rebusan disaring. Minum air saringan itu sekali sehari satu gelas.
Jika kesulitan mencari biji srigading, langkah lain bisa ditempuh, dengan memarut tiga buah belimbing wuluh yang masih hijau kemudian ambil airnya. Minum sari belimbing wuluh sekali sehari pada pagi atau malam hari. Alternatif lainnya, iris tiga buah belimbing wuluh dan rebus dengan tiga gelas air dan sisakan setengahnya. Saring dan minum sekali sehari pada pagi atau malam hari.

0 komentar:
Posting Komentar