klik link di bawah ini..

Senin, 12 Mei 2008

Cara Aman dan Alami Atasi Kegemukan


HAMPIR setiap individu ingin memiliki bentuk tubuh ideal dan sehat. Dikatakan tubuh ideal apabila tercapai keseimbangan antara ketebalan lapisan lemak, berat, dan tinggi badan.
Dulu, kegemukan sering disebut sebagai lambang kemakmuran, kewibawaan, dan kesehatan. Namun seiring perkembangan gaya hidup, orang mulai menyadari bahwa selain tidak menguntungkan dari sisi penampilan, kegemukan juga bisa menimbulkan beban psikologis. Belum lagi risiko hipertensi 2,9 - 5,6 kali lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang memiliki berat badan normal, berisiko 2,1 kali lebih besar terserang hiperkolesterolemia dan 2,9 kali lebih besar terserang diabetes millitus; juga berisiko terserang kanker, penyakit jantung koroner, dan stroke.
Kapankah Anda disebut kegemukan?
Kegemukan bisa diartikan sebagai berat badan tidak ideal atau berlebihan berdasarkan perhitungan Berat Badan Ideal (BBI). Kegemukan sendiri ada 2 macam, yaitu overweight dan obesitas. Overweight adalah penumpukan jaringan lemak tubuh yang abnormal dengan batasan berat badan antara 10-20% dari berat badan normal. Sementara obesitas atau kegemukan didefinisikan sebagai penumpukan jaringan lemak tubuh yang abnormal, dengan batasan berat badan di atas 20 % dari berat badan normal.
Sebenarnya, berat badan bagaimanakah yang dikatakan ideal?
Berat badan ideal dapat dihitung dengan beberapa cara, yaitu :
1. Dengan rumus Berat Badan Ideal (BBI) :
Tinggi Badan - 100 - 10% (Tinggi Badan - 100) , untuk usia <= 30 th
Tinggi Badan - 100 , untuk usia > 30 th
Kategori pengukuran :
Normal : 10% BBI
Overweight : 10-20% BBI
Obesitas : ) 20% BBI
2. Dengan rumus IMT (Indeks Massa Tubuh atau Body Mass Index)
BB BB = Berat Badan
TB2 TB = Tinggi Badan
Kategori pengukuran : Wanita Pria
Kurus/underweight : <18 <18
Normal : 18-23 18-25
Overweight : 23-27 25-29
Obesitas : >27 >29
3. Pengukuran tebal lemak menggunakan alat skinfold.
Pengukuran dilakukan di daerah perut, lengan, dan punggung. Untuk melakukannya, hubungi dokter atau ahli gizi Anda.
Faktor Penyebab kegemukan itu sangatlah banyak, di antaranya adalah :
-Kebiasaan makan yang buruk. Seperti konsumsi makanan yang melebihi kebutuhan tubuh.
-Kebiasaan mengemil.
-Adanya anggapan yang salah, yaitu bahwa anak yang gemuk adalah sehat; sehingga anak dijejali dengan makanan.
-Gangguan hormonal, seperti kelainan hormon insulin dan tiro¬id. Kelainan ini menyebabkan gangguan metabolisme zat gizi di dalam tubuh; namun, kelainan ini jarang ditemukan.
-Faktor keturunan (genetik).
-Kurang berolah raga.
-Stres, dll.
Upaya mengatasi kegemukan
Kesadaran akan pentingnya penampilan maupun kesehatan membuat para penderita kegemukan berupaya menurunkan berat badan mereka. Tapi sayangnya sebagian dari mereka menempuh cara yang kurang tepat untuk menurunkan berat badannya, seperti menjalankan diet ketat dengan kandungan kalori yang sangat rendah, sehingga melampaui batas aman dan membahayakan tubuh.
Penggunaan mesin-mesin modern penurun berat badan dalam waktu yang sangat singkat dan tidak proporsional.
Melakukan olah raga secara tidak teratur dan terukur.
Minum pil dan obat-obatan penurun berat badan yang berdampak negatif bagi kesehatan.
Prinsip penting dalam mengelola berat badan adalah :
Pengaturan asupan makanan dengan gizi seimbang dan dalam jumlah yang aman. Melakukan olah raga secara teratur. Konsumsi suplemen makanan.
Diet penurunan berat badan yang aman
Untuk menurunkan berat badan, menu makanan tidak perlu diatur secara kaku, tetapi diusahakan makan dengan kenyang, nikmat, sehat, sekaligus tidak membuat badan menjadi gemuk. Prinsip diet pengelolaan berat badan adalah :
-Hindari makanan yang mengandung lemak jenuh seperti jeroan, daging merah, dan minyak hewani.
-Konsumsi makanan yang tinggi kalori dan protein, namun rendah lemak seperti kacang-kacangan.
-Konsumsi makanan yang tinggi vitamin, mineral, dan serat, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan.
-Makan dengan porsi kecil tapi sering.
-Minum air putih minimal 8 gelas sehari.
Untuk pengaturan menu yang tepat setiap hari, dapat Anda konsultasikan dengan Ahli Gizi.
Olah raga untuk membantu penurunan berat badan
Olah raga akan melancarkan alir¬an darah, mengendurkan kete¬gangan pikiran, dan menjadikan tubuh sehat dan segar. Jadi kombinasikanlah diet Anda dengan olah raga. Adapun jenis olah raga yang dapat menurunkan berat badan adalah olah raga aerobik atau latihan yang banyak menggunakan oksigen. Contoh latihan aerobik yang paling efektif adalah latihan yang berirama dan berulang kali, misalnya berjalan cepat, jogging, berlari, berenang, bersepeda, dan senam aerobik. Ada suatu teori yang menyatakan bahwa latihan aerobik melepaskan bahan-bahan ke dalam tubuh yang meno¬long menekan nafsu makan, meningkatkan laju pertukaran zat sehingga efektif untuk membakar kalori. Latihan aerobik yang efektif tidaklah harus berlangsung pada intensitas yang tinggi; cukup 30-60 menit seminggu 3 kali, atau pada interval yang diatur rata.
Dari hasil penelitian Oscal & Holloszy (1969) ditemukan adanya perbedaan pengaruh dari olah raga dan diet dalam menurunkan berat badan, yaitu sebagai berikut :
Jadi, berolah raga di siang hari de¬ngan mengenakan jaket parasut bukanlah cara yang tepat untuk menurunkan berat badan; karena yang berkurang hanyalah air; setelah minum, berat badan akan kembali lagi.
Konsumsi suplemen makanan
Upaya lain yang bisa dilakukan untuk mengefektifkan penurunan berat badan adalah dengan mengkonsumsi suplemen yang mengandung HCA (Hydroxy Citric Acid). HCA berasal dari sejenis buah asam Garcinia cambogia, yang hanya terdapat di hutan Asia Selatan dan telah lama digunakan sebagai bumbu masak dan pengobatan tradisional. Penelitian menunjukkan HCA sangat aman, terutama dalam menghambat pembentukan lemak. HCA adalah senyawa alami yang mempunyai susunan kimia sangat mirip dengan asam sitrat yang ditemukan dalam jeruk dan buah-buahan sitrat lainnya. Ada pun cara kerja HCA di dalam tubuh adalah :
Menghambat kerja enzym ATP Citrate Lyase, sehingga dapat menghambat pembentukan lemak dan kolesterol dari glukosa. Penelitian menunjukkan HCA dapat menurunkan pembentukan asam lemak kira-kira sampai 40-80% pada rentang waktu antara 8-12 jam sesudah makan.
Merangsang pengiriman sinyal rasa kenyang ke otak pada saat kadar glikogen naik dan kadar glukosa darah penuh. Dengan demikian, nafsu makan dapat ditekan dan asupan makanan berkurang. Penelitian terhadap hewan menunjukkan bahwa HCA dapat menurunkan asupan makanan sampai 10%.
Jadi, untuk program penurunan berat badan yang aman, alami, dan tetap sehat; kombinasikanlah diet Anda dengan olah raga dan suplemen yang mengandung HCA. Program penurunan berat badan Anda juga lebih nyaman dan efektif bila Anda juga mengkonsultasikannya dengan dokter dan ahli gizi.

0 komentar: