klik link di bawah ini..

Senin, 12 Mei 2008

Pada waktu kanker menyerang bagian tubuh yang paling jelas terlihat.

Kanker kepala dan leher adalah jenis-jenis kanker yang paling sulit untuk diobati.
Kanker kepala dan leher, seperti namanya, adalah istilah yang biasa digunakan untuk menggambarkan sejumlah tumor ganas (bersifat kanker) yang tumbuh pada jaringan ataupun organ manapun di bagian kepala dan leher, seperti kanker pada mulut, tenggorokan, sinus, lubang pernapasan, pangkal tenggorokan dan kelenjar ludah.

Di dunia, enam puluh persen dari seluruh kasus kanker merupakan kanker kepala dan leher, dan jenis kanker umumnya diderita kaum pria, dan juga mereka yang berusia lebih 50 tahun keatas. Di Malaysia contohnya, kanker nasofarink merupakan jenis kanker yang paling banyak diderita oleh kaum pria sepanjang 2003. Terkait erat dengan penggunaan tembakau dan alkohol, kanker kepala dan leher biasanya lebih banyak ditemukan di negara-negara dengan tingkat konsumsi tembakau dan alkohol yang lebih tinggi.

Lebih dari 90 persen kanker kepala dan leher mulai tumbuh pada sel-sel yang membentuk permukaan mukosal pada daerah kepala dan leher. Karena pada umumnya sel-sel mukosal terlihat seperti sirip (skuamus) di bawah mikroskop, kanker kepala dan leher sering disebut sebagai karsinoma sel skuamus (squamous cell carcinomas).

Melemahkan, merusakan dan mematikan
Sekitar 75 persen dari pasien kanker kepala dan leher mengunjungi ahli kesehatan mereka untuk pertama kalinya dengan kanker yang sudah bertahap tinggi, sehingga kemungkinan untuk sembuh pun jauh lebih rendah. Penyebabnya adalah tanda-tanda awal dari kanker kepala dan leher seringkali diabaikan. Tingkat kelangsungan hidup selama lima tahun untuk pasien-pasien yang menderita tumor yang tidak bisa disembuhkan dengan jalan operasi hanyalah sekitar 15 sampai 25 persen.

Penderita kanker kepala dan leher juga mengalami penurunan kualitas hidup yang drastic. Dikarenakan oleh lokasi para penderita kanker ini, pasien-pasien sering mengalami kehilangan fungsi dasar tubuh, seperti berbicara, mengunyah/makan, bernapas dan fungsi syaraf muka. Raut wajah mereka pun dirusak oleh pertumbuhan tumor.

Salah satu dari institusi-institusi ternama di Asia dalam perawatan kanker kepala dan leher adalah Pusat Kanker Nasional Singapura (National Cancer Centre of Singapore – NCCS). Didirikan pada tahun 1999 sebagai sebuah pusat kanker lengkap yang menawarkan pelayanan menyeluruh kepada warganegara Singapura, institusi ini telah mengembangkan wilayah cakupannya dan menerima lebih dari 1570 pasien asing setiap tahunnya. NCCS terutama dikenal untuk keahliannya dalam pengobatan jenis-jenis kanker yang lebih rumit, seperti kanker hati, kanker kepala dan leher, dan kanker paru-paru. Sekitar dua pertiga dari seluruh kanker jenis ini di Singapura ditangani oleh NCSS.

Diagnosa dan perawatan
Di NCCS, diagnosa untuk kanker kepala dan leher biasanya berawal dengan pemeriksaan badan. Tes-tes selanjutnya termasuk penggunaan endoskop untuk memeriksa bagian dalam tubuh, pemeriksaan tomografi komputer (CT Scan), pencitraan resonan magnetik (MRI) atau PET scan. Sampel darah, sampel air seni, ataupun sampel sebuah jaringan kemudian diambil untuk memastikan jenis tumor.

A/Prof London Lucien Ooi, Kepala Hepatobiliari, Bedah Onkologi dan Kepala Bedah Hepatobiliari di Pusat Kanker Nasional Singapura (National Cancer Centre Singapore – NCSS), mengatakan, "Diagnosa yang dini dan akurat sangatlah penting untuk menjamin hasil yang baik bagi sang pasien, karena itulah kami menitikberatkan hal ini," kata A/Prof Ooi. "Hal ini memungkinkan kita untuk merancang pilihan-pilihan pengobatan yang terbaik sehingga dapat mengatasi kanker secara efektif."

Untuk kanker kepala dan leher, Terapi Radiasi Bermodulasi Intensitas (Intensity Modulated Radiation Therapy – IMRT) merupakan metode pengobatan yang utama. Teknologi yang canggih untuk melawan kanker ini menggunakan akselerator x-ray yang dikendalikan oleh komputer untuk menghasilkan dosis radiasi berintensitas tinggi ke sebuah tumor, dengan membatasi terkenanya radiasi pada jaringan normal di sekitarnya. Perawatan ini dirancang secara hati-hati dengan menggunakan gambar-gambar CT 3 dimensi untuk menghitung pola intensitas dosis sang pasien. Hasil akhirnya adalah sel kanker dimusnahkan sedangkan sel-sel sehat tidak dirusak sehingga mengurangi efek samping pada para pasien. NCCS adalah yang pertama di Asia Tenggara yang menggunakan IMRT.

Di NCCS, sebuah tim yang berspesialisasi khusus dalam kanker kepala dan leher terlibat dalam proses IMRT, termasuk ahli onkologi radiasi, ahli fisika radiasi kedokteran, ahli dosimetri, ahli terapi radiasi dan juru rawat terapi radiasi.

Tergantung pada tahapan dari kanker kepala dan leher yang diderita, dokter mungkin juga menganjurkan untuk menjalani operasi. Pembedahan untuk kanker kepala dan leher adalah pembedahan yang sangat sulit dengan resiko komplikasi yang tinggi, dan sering disebut oleh para ahli bedah sebagai "pembedahan tingkat tinggi". Oleh karena itu, para pasien perlu memilih pusat kanker yang telah sering menangani kasus-kasus kanker kepala dan leher, karena ini berarti para dokter spesialis di sana telah memiliki pengalaman yang lebih dalam pengobatan kanker kepala dan leher.

Pendeteksian dini merupakan upaya pencegahan yang terbaik
Ms. FH Lee, seorang warganegara Australia yang tinggal di Kuala Lumpur pada awal tahun 1999 merasa heran akan sariawan di lidahnya yang tidak kunjung sembuh. Biopsi yang dilakukan tidak mendeteksi adanya kanker. Setelah berkonsultasi dengan seorang dokter ahli gigi lain, ia menjalani operasi. Hanya pada tahun 1999 ia mendapati bahwa ia menderita kanker lidah dengan tahapan awal dan segera menemui Prof Soo Khee Chee, Direktur NCCS, untuk menerima perawatan untuk mengobati kanker mulut yang dideritanya. Ia mendengar tengan Prof Soo dari para dokter ahli penyakit dalam di KL sewaktu sariawan di lidahnya tidak kunjung sembuh.

Prof Soo mengatakan, "Kanker kepala dan leher cepat berkembang menjadi sesuatu yang lazim di kawasan Asia, terutama di antara orang-orang yang sering merokok dan mengkonsumsi alkohol. Setiap pengobatan kanker bersifat unik dan anda memerlukan beberapa ahli untuk memilih perawatan yang paling tepat dan optimal. Pada kasus Ms Lee, kami memilih untuk melakukan pembedahan daripada radioterapi karena kankernya masih di tahapan awal dan kami bahkan tidak perlu menyuruhnya untuk menjalani kemoterapi setelah pembedahan.

Sekarang, Ms Lee merasa senang kunjungan-kunjungan tahunannya ke NCCS, menunjukan tidak adanya tanda-tanda kanker. Ia telah memulai gaya hidup yang sehat, melibatkan diri dalam penerbangan berkeliling dunia untuk menemui sanak saudara.Ia mengatakan, "Saya amat senang karena medapatkan dokter-dokter dengan segudang pengalaman dalam pengobatan jenis kanker ini untuk mengoperasi saya. Ini memberikan saya rasa yakin untuk percaya bahwa mereka bisa menyembuhkan saya dan menyelamatkan nyawa saya, dengan menggunakan pengobatan yang paling baik untuk kondisi saya. Saran saya untuk para pasien kanker kepala dan leher dan keluarga mereka? "Mencari dokter spesialis yang tepat untuk memeriksakan masalah yang dialami dengan baik dan mendapatkan perawatan sedini mungkin amatlah penting."

0 komentar: