Kanker
Penyakit kanker, bukan lagi menjadi hal yang baru jika kabarnya mampu merengut nyawa seseorang. Namun sayangnya, ketika penyakit yang satu ini banyak mendera kaum wanita, banyak dari wanita sendiri yang kurang menyadari apa saja bagian tubuh yang berkemungkinan mengalami kanker serta kurang mengetahui apa saja yang perlu dilakukan untuk mencegah dan mengatasinya.
Hingga saat ini, para ilmuwan pun masih belum menemukan penyebab pasti dari kebanyakan kasus kanker yang muncul. Penyakit ini sendiri masuk dalam kategori jenis penyakit dengan ciri khas pertumbuhan sel yang tidak terkontrol dan meluas sebagai bentuk sel-sel yang tidak lazim. Apabila perluasannya tidak dikontrol, jenis penyakit inipun mampu bersifat mematikan.
Penyebabnya bisa dari dalam dan luar. Dari dalam, bisa berasal dari pengaruh mutasi, hormonal, kondisi sistemimun tubuh dan mutasi akibat proses metabolisme. Sedangkan dari luar, kanker dapat disebabkan pengaruh dari tembakau, bahan-bahan kimia, radiasi, dan mahluk-mahluk organisme yang bersifat infeksi. Jika kedua penyebab ini bekerja secara bersamaan, mampu menghasilkan sebuah proses yang dapat memicu timbulnya kanker.
Namun demikian untuk kaum wanita patut mengetahui beberpa hal seputar kanker. Misalnya, tentang jenis-jenis kanker yang biasanya banyak dialami oleh kaum wanita. Ada beberapa jenis kanker yang umum kerap menjadi keluhan langganan di kalangan wanita.
Jenis kanker yang paling banyak disebut pada wanita adalah kanker payudara. Sel kanker ini yang pertama dapat tumbuh menjadi tumor sebesar 1 cm pada waktu 8 sampai 12 tahun. Sel kanker tersebut diam pada kelenjar payudara. Sel-sel kanker payudara ini dapat menyebar melalui aliran darah ke seluruh tubuh. Kapan penyebaran itu berlangsung, sulit untuk diketahui. Sel kanker payudara dapat bersembunyi di dalam tubuh kita selama bertahun-tahun tanpa kita ketahui, dan tiba-tiba aktif menjadi tumor ganas atau kanker.
Untuk pencegahan, sering lakukan pemeriksaan dengan meraba apakah ada benjolan yang terasa pada payudara. Pemeriksaan ini dilakukan setelah masa menstruasi. Bila terasa ada sebuah benjolan sebesar 1 cm atau lebih, segeralah pergi ke dokter. Makin dini penanganan, semakin besar kemungkinan untuk sembuh secara sempurna.
Bila ditemukan adanya benjolan, biasanya dokter akan menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan mammografie. Mammografie adalah pemeriksaan payudara dengan alat rontgen dan merupakan suatu cara pemeriksaan yang sederhana, tidak sakit, dan hanya memakan waktu 5 - 10 menit saja. Saat terbaik untuk menjalani pemeriksaan mammografie adalah seminggu setelah selesai menstruasi.
Kanker lainnya yang cukup sering menyerang wanita adalah kanker indung telur. Meski lebih sering diderita oleh para wanita yang berusia lebih dari 50, kanker ini sebenarnya dapat menyerang wanita dari kelompok usia yang lebih muda. Karena tanda dan gejalanya tidak jelas, kanker indung telur sering kali baru terdiagnosa pada stadium yang lebih lanjut dimana massa tumor sudah mulai menekan organ-organ di sekitarnya.
Namun, tanda dan gejala kanker indung telur dapat berupa rasa tidak enak di perut, gangguan saluran cerna yang terus-menerus, seperti diare, kembung, atau sembelit, rasa nyeri dan berat di rongga panggul, peningkatan atau penurunan berat badan yang tidak jelas penyebabnya, pembengkakan perut yang tidak nyeri, pendarahan melalui vagina yang tidak lazim, mual-mual, kehilangan nafsu makan, sering buang air kecil, sesak napas, demam, sampai nyeri saat berhubungan intim.
Seseorang dapat beresiko mengalami kanker indung telur, bisa dikarenakan oleh beberapa hal, seperti wanita yang memasuki masa menopause, para wanita yang mulai datang bulan sebelum usia 12, tidak memiliki anak atau memilikinya setelah usia 30, dan atau mengalami menopause setelah usia 50, penggunaan obat-obat kesuburan, riwayat kanker indung telur dalam keluarga, sampai riwayat kanker payudara.
Untuk mengeceknya apakah kita beresiko mengalami kanker ini, para wanita hendaknya melakukan pemeriksaan fisik dan panggul secara rutin setiap tahun. Dalam pemeriksaan tersebut, dokter akan menilai keadaan kedua indung telur dan rahim untuk mengetahui ukuran, bentuk, dan konsistensinya. (ika/bbs)
Lakukan Skrening Sejak Dini
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Jika kita mampu mengetahui lebih awal untuk mencegah atau mengobatinya, kanker pun dapat dicegah daripada di kemudian hari justru mampu merengut nyawa terlebih dahulu.
Satu dari proses pencegahan tersebut adalah dengan menjalankan program skrening. Langkah-langkahnya dimulai dari informasi, edukasi, deteksi awal, preventif, dan terapi yang adekuat. Khusus untuk para wanita penekanan program skrening ini meliputi skrening untuk kanker leher rahim (kanker serviks), kanker kandungan dan kanker ovarium.
Untuk program skrening kanker leher rahim atau kanker serviks, dapat dilakukan melalui pap smear mulai umur 21 tahun atau segera setelah melakukan hubungan seksual. Pap smear dapat dilakukan setiap tahun secara teratur.
Sedangkan pada wanita yang telah mengalami operasi pengangkatan kandungan dengan pengambilan servik, maka pap smear dapat dilakukan atas petunjuk dokter. Sedangkan pada operasi pengangkatan kandungan namun masih ada servik, pap smear harus tetap dilakukan sampai umur 70 tahun.
Kanker lainnya yang cukup mengancam para wanita adalah kanker ovarium. Deteksi kanker ovarium melalui skrening yang rutin dan pemeriksaan kandungan bila memungkinkan dengan penambahan ultrasonografi transvaginal maupun pemeriksaan tumor marker seperti Ca 125 merupakan pelengkap program ini. (ika/bbs)
Makanan Pencegah Kanker
Jika sejak dini kita mulai mencegah timbulnya kanker, maka tidak susah sesungguhnya kanker hingga di tubuh kita. Satu dari sekian cara yang mampu mencegah keberadaan kanker adalah dengan mengkonsumsi beberapa bahan makanan tertentu yang mampu melindungi tubuh dari kanker.
Beberapa jenis bahan makanan tersebut antara lain:
-Gandum
Setiap ½ gelas gandum setara dengan 10 gr dari kebutuhan serat yang digunakan untuk menurunkan tingkat estrogen dalam tubuh. Estrogen sendiri jika semakin tinggi kadarnya dalam tubuh, dapat semakin merangsang pertumbuhan kanker payudara. Konsumsi gandum berbentuk sereal bisa dilakukan dengan segelas susu setiap pagi.
-Ikan Salmon dan Tuna
Ini dikarenakan kedua ikan tersebut mengandung zat omega-3
-Wortel dan Bayam
Wanita yang tidak pernah mengkonsumsi wortel dan bayam, berisiko
terkena kanker payudara dua kali lebih besar, dibanding mereka yang sering
mengkonsumsi kedua jenis sayuran itu.
-Yoghurt
Yoghurt dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker payudara, terutama dalam jumlah yang cukup banyak.
-Susu Kedelai
Salah satu zat yang terkandung di dalam susu kedelai murni ternyata dapat menurunkan risiko terkena kanker payudara sebesar 28 persen jika dibandingkan dengan yang terdapat pada kacang kedelai olahan.
-Jus Jeruk
Jus jeruk bisa memperlambat pertumbuhan sel kanker payudara sampai 50%. (net)

0 komentar:
Posting Komentar