klik link di bawah ini..

Senin, 12 Mei 2008

Stroke

STROKE atau disebut juga serangan otak, terjadi ketika aliran darah menuju ke otak terganggu atau terhenti. Stroke terdiri atas dua jenis yaitu ischemic stroke yang disebabkan oleh membekunya darah sehingga menyumbat pembuluh darah otak dan hemorrhagic stroke yang terjadi ketika pembuluh darah otak pecah sehingga darah menggenangi jaringan di sekitarnya.

Ketika stroke menyerang, sel-sel otak menjadi mati karena aliran oksigen dan zat-zat makanan yang dibutuhkan oleh otak untuk bisa berfungsi terhenti. Sekitar 80% dari stroke merupakan jenis ischemic stroke dan sisanya adalah hemorrhagic stroke. Orang yang menderita penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi serta perokok mempunyai kemungkinan besar untuk terkena stroke.

Karena stroke menyerang otak, orang yang terkena stroke biasanya tidak segera menyadarinya. Orang lain barangkali mengira orang yang terkena stroke sedang dalam keadaan bingung. Ciri-ciri serangan stroke bisa diketahui karena ciri-ciri tersebut bisa dilihat atau dirasakan dengan cepat.

Ciri-ciri tersebut antara lain:

* Mati rasa di wajah, tangan atau kaki (khususnya pada satu sisi dari tubuh).

* Bingung, kesulitan berbicara atau kesulitan mengerti kata-kata.

* Gangguan penglihatan pada satu atau kedua mata.

* Pusing, kesulitan berjalan serta kehilangan keseimbangan atau koordinasi.

* Sakit kepala yang luar biasa tanpa diketahui penyebabnya.



Penderita stroke mempunyai kemungkinan sembuh lebih besar, jika ada orang lain yang mengetahui ciri-ciri tersebut di atas dengan cepat serta langsung melarikan si penderita ke dokter atau rumah sakit untuk mendapat pertolongan. Semakin lama aliran darah terhenti mengalir ke otak, semakin besar potensi penderita untuk mengalami kerusakan permanen.

Walaupun stroke merupakan penyakit otak, serangan stroke bisa berakibat di bagian tubuh lainnya. Efek dari stroke bervariasi mulai dari ringan hingga berat, tergantung dari tipe atau jenis stroke dan area otak yang terkena. Orang yang terkena stroke mungkin menderita kelumpuhan, mati rasa, kesulitan berbicara dan berpikir serta gangguan emosi.

Penderita stroke memerlukan terapi fisik untuk memulihkan kekuatan dan mobilitasnya. Mereka juga perlu memperoleh terapi untuk melatih agar mereka mampu melakukan kegiatan sehari-hari tanpa bantuan orang lain semisal makan, berpakaian, pergi ke kamar mandi, dan sebagainya. Bagi mereka yang mengalami kesulitan membaca, berbicara dan menyusun kata-kata, speech therapy diperlukan.

0 komentar: