klik link di bawah ini..

Senin, 12 Mei 2008


KANKER: KALAU TAK BISA DIOPERASI, BAGAIMANA

Cara mengobati kanker secara tuntas adalah dengan

operasi. Tapi dewasa ini kanker yang dapat dioperasi

secara tuntas tidak sampai 1/3, mengapa? Ada beberapa

penyebabnya: (1) kanker dini tidak ada gejala khusus,

ketika terdiagnosis sudah stadium lanjut, kankernya

sudah sangat besar, atau lokasinya menyulitkan,

misalnya di dekat pembuluh darah besar, atau sudah

menyebar (metastasis), tidak dapat dioperasi lagi. (2)

kondisi fisik pasien lemah, atau menderita penyakit

lain seperti hipertensi, jantung koroner, fungsi

ginjal terganggu, dll. hingga tidak dapat menahan

tindakan bedah. (3) pasien atau keluarganya menolak

dioperasi.

Bagaimana cara menangani pasien demikian? Pertama-tama

harus berpegang pada motto &sayangilah kehidupan,

jangan putus asa*, dengan kasih dan tulus mengobati

setiap pasien. Ke dua, memanfaatkan berbagai metode

yang ada secara optimal, terutama teknologi terbaru,

dalam terapi secara kombinasi.

Dengan kemajuan iptek, dewasa ini sudah banyak cara

terapi baru bermunculan, khususnya metode berteknologi

tinggi, sehingga sebagian kanker yang tak dapat

dioperasi dapat dimusnahkan, setidaknya dapat

mengurangi jumlah sel kanker, dengan berkurangnya

beban sel kanker maka radioterapi dan kemoterapi dapat

digunakan. Metode baru itu meliputi metode transarteri

(jieru), dengan memasukkan kateter lewat pembuluh

darah hingga ke dekat kanker, pembuluh darah yang

memasok kanker disumbat, atau disuntikkan obat

antikanker ke dalamnya; imunoterapi yaitu meningkatkan

kemampuan sel kekebalan tubuh dalam membasmi sel

kanker; metode ablasi, yaitu dengan pembekuan,

pemanasan atau zat kimia secara langsung &menembak

mati kanker di tempat*, yang menonjol di antaranya

adalah metode krioablasi; ada lagi metode terapi

fotodinamik, yang juga dijuluki &peluru kendali*

fotokimia, yaitu dengan sinar laser mengaktifkan zat

khusus tertentu agar timbul reaksi kimia yang

mematikan sel kanker.

Secara klinis, metode terapi konvensional (termasuk

operasi, radioterapi dan kemoterapi) harus dipadukan

dengan teknologi canggih mutakhir, satu teknologi

canggih mutakhir harus dipadukan dengan teknologi

canggih mutakhir lain, terapi tradisional China (TCM)

dan kedokteran Barat harus dipadukan. Praktek klinis

kami menunjukkan, dengan &tiga perpaduan menjadi

satu* itu, 70%pasien kanker yang tidak dapat

dioperasi lagi setelah menjalani perpaduan terapi

tersebut dapat mengalami perbaikan, bahkan kesembuhan.

Satu contohnya adalah seorang anak kecil. Pada tanggal

23 November 2001 koran &Yangcheng Wanbao* di

Guangzhou, China, memuat satu artikel berjudul:

&Siapa mau membantu bocah Ming mengoperasi tumor

raksasanya?*. Seorang bocah bernama Ming Zai yang

berasal dari daerah pegunungan di sebelah Barat

Guangdong telah kami jemput untuk diobati ke RS kami.

Kondisi penyakitnya jauh lebih parah dari yang kami

bayangkan. Bocah 6 tahun itu tampaknya seperti berusia

4 tahun, tampak murung, suaranya lemah, pucat pasi,

berdiri tidak mantap, duduk tidak tegap, matanya

cekung, bola matanya redup, pipinya kurus, mulutnya

tidak dapat dibuka, di dasar rongga mulutnya terdapat

suatu tonjolan, gigi geliginya jarang dan tidak

teratur letaknya. Di bagian depan lehernya terdapat

satu benjolan besar sekali, permukaannya tertutup

kulit yang tipis mengkilap, pembuluh darah di bawah

kulitnya tampak jelas. Benjolan itu tidak mudah

digerakkan, bagian atasnya mencapai rahang bawah,

bagian bawahnya menyatu dengan dada atas, napasnya

memburu, frekuensi nadinya 140 kali per menit.

Hasil ronsen dan CT-scan menunjukkan: tulang gusi dan

rahang bawahnya sudah destruksi; di dalam benjolan itu

terlihat jaringan kulit dan folikel rambut, di

dalamnya tersebar gigi geligi. Di bawah mikroskop

terlihat banyak sel ganas. Diagnosisnya adalah

teratoma maligna. Tumor itu bukan hanya tumbuh ke

luar, tapi juga mendestruksi ke atas, merusak tulang

gusi dan bagian bawah rongga mulutnya, ke dalam juga

mendesak batang tenggorok dan kerongkongan. Napasnya

memburu, tidak dapat menelan makanan kering, karena

tumor itu menekan batang tenggorok dan

kerongkongannya.

Suatu sore tanggal 24 November 2001, para pakar

terkait dari berbagai RS di kota Guangzhou datang

memeriksanya. Hasilnya adalah operasi merupakan

satu-satunya cara membuang tuntas tumor itu, tapi saat

ini Ming Zai tidak dapat menerima operasi. Sebab: (1)

waktu operasi, perdarahan minimal 5000 mL, sedangkan

darah di dalam badannya hanya sekitar 1000 mL; (2)

tumor di leher, tidak dapat dilakukan intubasi, juga

tidak dapat dilakukan torakotomi, maka tidak dapat

dilakukan pembiusan; (3) tumor itu ganas, status gizi

dan pertumbuhan sang bocah buruk sekali, diperkirakan

umurnya tidak lebih dari 3 bulan, maka mungkin sebelum

selesai terapinya ia sudah meninggal. Dari aspek

perbandingan biaya-hasil, nilai terapinya tidak besar.

Tapi, menghadapi akan hilangnya satu jiwa, kami

bertekad untuk melakukan terapi, tidak putus asa.

Operasi tidak mungkin, kami menggunakan metode

nonoperasi. Melalui infus transarteri, radiasi, terapi

panas dan krioablasi argon-helium dan perpaduan

teknologi canggih lainnya, tumor Ming Zai secara

bertahap menyusut hingga lenyap. Kini Ming Zai sudah

pulih total, sedang bersekolah lagi.

Kalau bukan karena motto &menyayangi jiwa, tidak

pernah putus asa* dan menggunakan perpaduan berbagai

metode teknologi canggih, jiwa yang nyaris hilang itu

tidak mungkin berhasil ditolong.

0 komentar: