Penderita Kanker Kebanyakan Perempuan
SETIAP orang berpotensi punya kanker. Maka tentu ada baiknya kita mengenal jenis-jenis kanker. Secara garis besar, para ahli kanker membagi penyakit mematikan ini menjadi dua jenis, yakni kanker solid dan kanker non-solid atau berupa cairan.
Kanker jenis solid sendiri terdiri dari beberapa jenis, yakni: kanker payudara, kanker otak, kanker tulang, kanker hati, hingga kanker paru.
Sedang kanker jenis non-solid hanya ada kanker darah atau istilah kedokteran sering disebut leukemia. Kanker darah ini terjadi akibat sel darah putih membelah diri tak beraturan sehingga terjadi kerusakan sel darah merah.
Di Indonesia ada sepuluh macam kanker yang paling banyak diderita warganya, yakni: kanker mulut rahim, kanker payudara, kanker paru-paru, kanker hati, kanker kelenjar getah bening, kanker darah, kanker ginjal, kanker kulit, kanker usus besar, dan kanker prostat.
Data bagian radiologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menyebutkan penyakit kanker yang banyak menyerang orang Indonesia saat ini adalah kanker mulut rahim yakni mencapai 17%, kanker payudara sebanyak 11%, kanker kulit sebanyak 7% dan kanker nasofaring sebanyak 5%. Sedang sisanya adalah kanker hati, kanker paru, dan leukemia.
"Yang memprihatinkan, rata-rata penyakit kanker ini menyerang sepuluh dari 100.000 penduduk Indonesia saat ini," ujar Sutjipto, ahli penyakit kanker di Rumah Sakit Dharmais.
Menurut dia, dari sepuluh jenis kanker itu secara kuantitas kanker payudara dan kanker mulut rahim merupakan jenis kanker yang paling banyak diderita, baik di Indonesia maupun di dunia. "Kebanyakan penderitanya adalah perempuan," ujar Sutjipto. Sayang masih banyak kaum ibu tidak waspada terhadap bahaya kedua kanker itu.
Sedang jenis kanker yang paling banyak menyerang lelaki adalah kanker prostat, kanker paru, dan kanker usus besar.
Kata Sutjipto, secara genetik kekebalan tubuh lelaki dan perempuan sebetulnya sama. Tapi, secara hormonal beda. Itu sebabnya pengidap kanker kebanyakan adalah wanita, yakni penderita kanker leher rahim dan kanker payudara.

0 komentar:
Posting Komentar