klik link di bawah ini..

Senin, 12 Mei 2008


KANKER: KALAU TAK BISA DIOPERASI, BAGAIMANA

Cara mengobati kanker secara tuntas adalah dengan

operasi. Tapi dewasa ini kanker yang dapat dioperasi

secara tuntas tidak sampai 1/3, mengapa? Ada beberapa

penyebabnya: (1) kanker dini tidak ada gejala khusus,

ketika terdiagnosis sudah stadium lanjut, kankernya

sudah sangat besar, atau lokasinya menyulitkan,

misalnya di dekat pembuluh darah besar, atau sudah

menyebar (metastasis), tidak dapat dioperasi lagi. (2)

kondisi fisik pasien lemah, atau menderita penyakit

lain seperti hipertensi, jantung koroner, fungsi

ginjal terganggu, dll. hingga tidak dapat menahan

tindakan bedah. (3) pasien atau keluarganya menolak

dioperasi.

Bagaimana cara menangani pasien demikian? Pertama-tama

harus berpegang pada motto &sayangilah kehidupan,

jangan putus asa*, dengan kasih dan tulus mengobati

setiap pasien. Ke dua, memanfaatkan berbagai metode

yang ada secara optimal, terutama teknologi terbaru,

dalam terapi secara kombinasi.

Dengan kemajuan iptek, dewasa ini sudah banyak cara

terapi baru bermunculan, khususnya metode berteknologi

tinggi, sehingga sebagian kanker yang tak dapat

dioperasi dapat dimusnahkan, setidaknya dapat

mengurangi jumlah sel kanker, dengan berkurangnya

beban sel kanker maka radioterapi dan kemoterapi dapat

digunakan. Metode baru itu meliputi metode transarteri

(jieru), dengan memasukkan kateter lewat pembuluh

darah hingga ke dekat kanker, pembuluh darah yang

memasok kanker disumbat, atau disuntikkan obat

antikanker ke dalamnya; imunoterapi yaitu meningkatkan

kemampuan sel kekebalan tubuh dalam membasmi sel

kanker; metode ablasi, yaitu dengan pembekuan,

pemanasan atau zat kimia secara langsung &menembak

mati kanker di tempat*, yang menonjol di antaranya

adalah metode krioablasi; ada lagi metode terapi

fotodinamik, yang juga dijuluki &peluru kendali*

fotokimia, yaitu dengan sinar laser mengaktifkan zat

khusus tertentu agar timbul reaksi kimia yang

mematikan sel kanker.

Secara klinis, metode terapi konvensional (termasuk

operasi, radioterapi dan kemoterapi) harus dipadukan

dengan teknologi canggih mutakhir, satu teknologi

canggih mutakhir harus dipadukan dengan teknologi

canggih mutakhir lain, terapi tradisional China (TCM)

dan kedokteran Barat harus dipadukan. Praktek klinis

kami menunjukkan, dengan &tiga perpaduan menjadi

satu* itu, 70%pasien kanker yang tidak dapat

dioperasi lagi setelah menjalani perpaduan terapi

tersebut dapat mengalami perbaikan, bahkan kesembuhan.

Satu contohnya adalah seorang anak kecil. Pada tanggal

23 November 2001 koran &Yangcheng Wanbao* di

Guangzhou, China, memuat satu artikel berjudul:

&Siapa mau membantu bocah Ming mengoperasi tumor

raksasanya?*. Seorang bocah bernama Ming Zai yang

berasal dari daerah pegunungan di sebelah Barat

Guangdong telah kami jemput untuk diobati ke RS kami.

Kondisi penyakitnya jauh lebih parah dari yang kami

bayangkan. Bocah 6 tahun itu tampaknya seperti berusia

4 tahun, tampak murung, suaranya lemah, pucat pasi,

berdiri tidak mantap, duduk tidak tegap, matanya

cekung, bola matanya redup, pipinya kurus, mulutnya

tidak dapat dibuka, di dasar rongga mulutnya terdapat

suatu tonjolan, gigi geliginya jarang dan tidak

teratur letaknya. Di bagian depan lehernya terdapat

satu benjolan besar sekali, permukaannya tertutup

kulit yang tipis mengkilap, pembuluh darah di bawah

kulitnya tampak jelas. Benjolan itu tidak mudah

digerakkan, bagian atasnya mencapai rahang bawah,

bagian bawahnya menyatu dengan dada atas, napasnya

memburu, frekuensi nadinya 140 kali per menit.

Hasil ronsen dan CT-scan menunjukkan: tulang gusi dan

rahang bawahnya sudah destruksi; di dalam benjolan itu

terlihat jaringan kulit dan folikel rambut, di

dalamnya tersebar gigi geligi. Di bawah mikroskop

terlihat banyak sel ganas. Diagnosisnya adalah

teratoma maligna. Tumor itu bukan hanya tumbuh ke

luar, tapi juga mendestruksi ke atas, merusak tulang

gusi dan bagian bawah rongga mulutnya, ke dalam juga

mendesak batang tenggorok dan kerongkongan. Napasnya

memburu, tidak dapat menelan makanan kering, karena

tumor itu menekan batang tenggorok dan

kerongkongannya.

Suatu sore tanggal 24 November 2001, para pakar

terkait dari berbagai RS di kota Guangzhou datang

memeriksanya. Hasilnya adalah operasi merupakan

satu-satunya cara membuang tuntas tumor itu, tapi saat

ini Ming Zai tidak dapat menerima operasi. Sebab: (1)

waktu operasi, perdarahan minimal 5000 mL, sedangkan

darah di dalam badannya hanya sekitar 1000 mL; (2)

tumor di leher, tidak dapat dilakukan intubasi, juga

tidak dapat dilakukan torakotomi, maka tidak dapat

dilakukan pembiusan; (3) tumor itu ganas, status gizi

dan pertumbuhan sang bocah buruk sekali, diperkirakan

umurnya tidak lebih dari 3 bulan, maka mungkin sebelum

selesai terapinya ia sudah meninggal. Dari aspek

perbandingan biaya-hasil, nilai terapinya tidak besar.

Tapi, menghadapi akan hilangnya satu jiwa, kami

bertekad untuk melakukan terapi, tidak putus asa.

Operasi tidak mungkin, kami menggunakan metode

nonoperasi. Melalui infus transarteri, radiasi, terapi

panas dan krioablasi argon-helium dan perpaduan

teknologi canggih lainnya, tumor Ming Zai secara

bertahap menyusut hingga lenyap. Kini Ming Zai sudah

pulih total, sedang bersekolah lagi.

Kalau bukan karena motto &menyayangi jiwa, tidak

pernah putus asa* dan menggunakan perpaduan berbagai

metode teknologi canggih, jiwa yang nyaris hilang itu

tidak mungkin berhasil ditolong.

JENIS-JENIS KANKER

Penderita Kanker Kebanyakan Perempuan



SETIAP orang berpotensi punya kanker. Maka tentu ada baiknya kita mengenal jenis-jenis kanker. Secara garis besar, para ahli kanker membagi penyakit mematikan ini menjadi dua jenis, yakni kanker solid dan kanker non-solid atau berupa cairan.

Kanker jenis solid sendiri terdiri dari beberapa jenis, yakni: kanker payudara, kanker otak, kanker tulang, kanker hati, hingga kanker paru.

Sedang kanker jenis non-solid hanya ada kanker darah atau istilah kedokteran sering disebut leukemia. Kanker darah ini terjadi akibat sel darah putih membelah diri tak beraturan sehingga terjadi kerusakan sel darah merah.

Di Indonesia ada sepuluh macam kanker yang paling banyak diderita warganya, yakni: kanker mulut rahim, kanker payudara, kanker paru-paru, kanker hati, kanker kelenjar getah bening, kanker darah, kanker ginjal, kanker kulit, kanker usus besar, dan kanker prostat.

Data bagian radiologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menyebutkan penyakit kanker yang banyak menyerang orang Indonesia saat ini adalah kanker mulut rahim yakni mencapai 17%, kanker payudara sebanyak 11%, kanker kulit sebanyak 7% dan kanker nasofaring sebanyak 5%. Sedang sisanya adalah kanker hati, kanker paru, dan leukemia.

"Yang memprihatinkan, rata-rata penyakit kanker ini menyerang sepuluh dari 100.000 penduduk Indonesia saat ini," ujar Sutjipto, ahli penyakit kanker di Rumah Sakit Dharmais.

Menurut dia, dari sepuluh jenis kanker itu secara kuantitas kanker payudara dan kanker mulut rahim merupakan jenis kanker yang paling banyak diderita, baik di Indonesia maupun di dunia. "Kebanyakan penderitanya adalah perempuan," ujar Sutjipto. Sayang masih banyak kaum ibu tidak waspada terhadap bahaya kedua kanker itu.

Sedang jenis kanker yang paling banyak menyerang lelaki adalah kanker prostat, kanker paru, dan kanker usus besar.

Kata Sutjipto, secara genetik kekebalan tubuh lelaki dan perempuan sebetulnya sama. Tapi, secara hormonal beda. Itu sebabnya pengidap kanker kebanyakan adalah wanita, yakni penderita kanker leher rahim dan kanker payudara.

JENIS-JENIS KANKER

Penderita Kanker Kebanyakan Perempuan



SETIAP orang berpotensi punya kanker. Maka tentu ada baiknya kita mengenal jenis-jenis kanker. Secara garis besar, para ahli kanker membagi penyakit mematikan ini menjadi dua jenis, yakni kanker solid dan kanker non-solid atau berupa cairan.

Kanker jenis solid sendiri terdiri dari beberapa jenis, yakni: kanker payudara, kanker otak, kanker tulang, kanker hati, hingga kanker paru.

Sedang kanker jenis non-solid hanya ada kanker darah atau istilah kedokteran sering disebut leukemia. Kanker darah ini terjadi akibat sel darah putih membelah diri tak beraturan sehingga terjadi kerusakan sel darah merah.

Di Indonesia ada sepuluh macam kanker yang paling banyak diderita warganya, yakni: kanker mulut rahim, kanker payudara, kanker paru-paru, kanker hati, kanker kelenjar getah bening, kanker darah, kanker ginjal, kanker kulit, kanker usus besar, dan kanker prostat.

Data bagian radiologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menyebutkan penyakit kanker yang banyak menyerang orang Indonesia saat ini adalah kanker mulut rahim yakni mencapai 17%, kanker payudara sebanyak 11%, kanker kulit sebanyak 7% dan kanker nasofaring sebanyak 5%. Sedang sisanya adalah kanker hati, kanker paru, dan leukemia.

"Yang memprihatinkan, rata-rata penyakit kanker ini menyerang sepuluh dari 100.000 penduduk Indonesia saat ini," ujar Sutjipto, ahli penyakit kanker di Rumah Sakit Dharmais.

Menurut dia, dari sepuluh jenis kanker itu secara kuantitas kanker payudara dan kanker mulut rahim merupakan jenis kanker yang paling banyak diderita, baik di Indonesia maupun di dunia. "Kebanyakan penderitanya adalah perempuan," ujar Sutjipto. Sayang masih banyak kaum ibu tidak waspada terhadap bahaya kedua kanker itu.

Sedang jenis kanker yang paling banyak menyerang lelaki adalah kanker prostat, kanker paru, dan kanker usus besar.

Kata Sutjipto, secara genetik kekebalan tubuh lelaki dan perempuan sebetulnya sama. Tapi, secara hormonal beda. Itu sebabnya pengidap kanker kebanyakan adalah wanita, yakni penderita kanker leher rahim dan kanker payudara.

Penyakit kanker dewasa ini telah menjadi hal yang paling menakutkan karena merupakan penyebab kematian kedua setelah penyakit jantung berdasarkan data WHO. Kebanyakan kematian yang disebabkan kanker dikarenakan keterlambatan pendiagnosaan dan penanganan akibat kurangnya informasi mengenai kanker.

Karena kebutuhan pengetahuan dan informasi tentang kanker inilah maka dibuat suatu sistem informasi yaitu Sistem Informasi dan Konsultasi Kanker yang akan memberikan informasi secara jelas mengenai kanker antara lain tentang pengertian kanker, jenis-jenis kanker, gejala kanker dan pengobatan kanker.

Sistem informasi dan konsultasi kanker ini dibuat dengan menggunakan PHP dan MySQL. Sistem ini selain menyediakan informasi tentang kanker juga menyediakan fasilitas konsultasi bagi yang ingin menanyakan hal-hal tentang penyakit kanker. Sistem ini juga menyediakan beberapa fasilitas tambahan antara lain artikel atau berita tentang kanker, agenda kegiatan yang berkaitan dengan kanker baik yang diadakan oleh yayasan maupun pihak luar.

Dengan adanya sistem informasi ini diharapkan dapat memberikan informasi dan pengetahuan yang cukup tentang penyakit kanker kepada masyarakat umum.

KANKER

Orang Inggris menyebutnya CANCER. Kita menyebutnya KANKER. Kata Cancer
mengingatkan kita pada salah satu bintang Horoskop untuk yang lahir
tanggal 23 Juni – 23 Juli. Simbolnya adalah kepiting. Dalam Ilmu
Penyakit (Patologi) kanker adalah neoplasma yang ganas. Neoplasma adalah
perbanyakan, pertumbuhan dan perkembangan sel-sel tubuh yang abnormal,
mungkin tidak terkendalikan oleh mekanisme fisiologis yang ada dalam tubuh
kita. Kanker dapat meluas ke jaringan sekitarnya yang terdekat, atau
bahkan ke bagian tubuh lain yang jauh dari kanker itu berada. Memang,
kalau seluruh tubuh suatu kanker itu dapat diambil, tubuh kanker beserta
akar-akarnya itu mirip seekor kepiting.

Kanker dibedakan dengan TUMOR. Tumor adalah neoplasma yang jinak. Dalam
batas-batas tertentu, tubuh masih mampu membatasi pertumbuhan dan
perkembangan neoplasma itu, misalnya dengan membentuk kapsul atau dinding
pembatas yang tegas antara tumor dan jaringan sehat di sekitarnya. Secara
awam, pengertian tumor sama dengan benjolan abnormal yang terjadi pada
atau dalam tubuh kita. Misalnya, benjolan akibat trauma kena pukul,
terbentur sesuatu, pendarahan bawah kulit dan sebagainya.

Jenis-jenis kanker sangat banyak. Penyakit ini diklasifikasikan dan
diberi nama menurut acuan Internasional. Misalnya dengan sebutan
‘Karsinoma’ untuk kanker pada sel-sel kelenjar kulit dan sebagainya, contoh
: Carcinoma mammae untuk kanker payudara. Untuk sel-sel jaringan kanker
diberi sebutan ‘Sarcoma’, contoh : jaringan tulang dan jaringan
linfatik, masing-masing dinamakan osteosarkoma dan limfosarkoma. Ada juga
nama khusus misalnya Leukimia untuk kanker darah.

Kriteria diagnostik kanker ditetapkan atas dasar gambaran klinis,;
keluhan dan gejala-gejala, serta gambaran anatomiknya yang tentu beragam
berdasarkan jenis dan lokasi kanker.; berat-ringan dan komplikasi
penyakit. Gambaran patologis anatomik meliputi gambaran makroskopik yaitu
berupa benjolan abnormal pada permukaan atau di dalam tubuh yang tidak
jelas batas-batasnya, tidak terbungkus dalam kapsul. Diagnostik pasti
mungkin diperoleh setelah dilakukan biopsi dan kemudian diproses dan
diperiksa secara mikroanatomik. Misalnya, dibawah mikroskop terlihat ada
sel-sel kanker tampak tidak khas bentuknya, terkesan kehilangan kemampuan
dalam berdiferensiasi dan tidak menentu arah perluasannya. Selain itu,
kanker sering mengalami metastasis yaitu meluas ke bagian tubuh lain
lewat peredaran darah. Diagnosis kanker dapat lebih cepat dilakukan dengan
bantuan pemeriksaan cairan tubuh, darah dan sebagainya untuk
jenis-jenis kanker tertentu.

Penyebab kanker sangat bermacam-macam, sebagian besar sulit atau tidak
dapat ditetapkan secara pasti. Kelompok penyebab kanker yang dikenal,
yaitu :
1. Karsinogen bahan kimia
2. Virus onkogenik
3. Energi radiasi
4. Karsinogen

Karsinogen kimia utama meliputi karsinogen langsung. Seperti
dimetilsufat, sejumlah obat-obat anti kanker, dan sebagainya. Ada bahan
prokarsinogen yang memacu secara tidak langsung terjadinya sel-sel kanker,
dan
ada bahan tumbuhan alam dan hasil mikroba, pemacu kanker misalnya
alfatoksin B1, kacang betel, dsb. Bahan kimia utama lain adalah insektisida,
fungisida, vinil klorida, dll. Sejumlah virus mungkin dapat menyebabkan
kanker misalnya virus DNA, Virus Herpes dan Virus Hepatitis B. energi
radiasi sinar dan juga bahan-bahan tertentu dapat menginduksi terjadinya
sel-sel kanker, misalnya : sinar UV, sinar-X, pemecahan nuklir dan
radionuklida. Jadi kita ini berada dalam lingkungan yang bisa menyebabkan
kanker!

Tidak semua orang dapat terkena kanker. Ada faktor-faktor resiko yang
memungkinkan seseorang terkena kanker, yaitu : terkena paparan
karsinogen dari 4 kelompok tersebut dalam jangka waktu panjang, ada faktor
genetik atau famili, ditambah dengan faktor stress berkepanjangan. Dengan
diketahuinya penyebab dan faktor-faktor resiko tersebut, tindakan
pencegahan dan kewaspadaan dini lebih mudah dilakukan. Minimal stadium dini
penyakit kanker dapat dideteksi untuk secepatnya dilakukan tindakan
terapetik.

Secara medis, tindakan terapetik meliputi berbagai pilihan. Tindakan
bisa spesifik dengan khemoterapi atau obat-obat kimia. Terapi kanker ada
yang tidak spesifik benar, misalnya dengan radiasi atau pembedahan.
Kombinasi keduanya, khemoterapi dan radiasi atau pembedahan mungkin juga
dilakukan sesuai indikasinya.
Selain itu, terapi gizi yang sifatnya suportif untuk meningkatkan daya
tahan tubuh juga secara langsung membantu penyembuhan dan pemulihan
kesehatan penderita. Terapi ini juga meminimalkan efek samping dari terapi
medis serta dapat mempercepat penyembuhannya.

Khasiat Sarang Semut
Print E-mail

Penyakit yang Dapat Disembuhkan

Secara empiris Sarang Semut telah terbukti dapat meyembuhkan beragam penyakit ringan dan berat, seperti kanker dan tumor, asam urat, jantung koroner, wasir, TBC, migren, rematik dan leukemia. Mengenai mekanisme kerja kandungan senyawa aktif Sarang Semut dalam mengobati berbagai penyakit tersebut memang masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Beberapa penyakit yang bisa disembuhkan dan kemungkinan senyawa aktif yang berperan menaklukkan penyakit tersebut dijelaskan sebagai berikut.

1. Kanker dan tumor

Jenis-jenis kanker dan tumor, baik jinak maupun ganas, yang dapat disembuhkan dengan Sarang Semut adalah kanker otak, kanker hidung, kanker payudara, kanker lever, kanker paru-paru, kanker usus, kanker rahim, kanker kulit, kanker prostat, serta kanker darah (leukemia), kecuali kanker tenggorokan dan rongga mulut.

Kemampuan Sarang Semut secara empiris untuk pengobatan berbagai jenis kanker/tumor tersebut diduga kuat berkaitan dengan kandungan flavonoidnya. Ada beberapa mekanisme kerja dari flavonoid dalam melawan tumor/kanker, misalnya inaktivasi karsinogen, antiproliferasi, penghambatan siklus sel, induksi apoptosis dan diferensiasi, inhibisi angiogenesis, dan pembalikan resistensi multi-obat atau kombinasi dari mekanisme-mekanisme tersebut.

2. Gangguan jantung, terutama jantung koroner

Hingga kini mekanismenya memang belum jelas, tetapi kemampuan Sarang Semut untuk pengobatan berbagai macam penyakit/gangguan jantung ada kaitannya dengan kandungan multi-mineral Sarang Semut, terutama kalsium dan kalium.

3. Stroke ringan maupun berat

Pengobatan stroke kemungkinan sangat berkaitan dengan kandungan multi-mineral yang terkandung dalam Sarang Semut.

4. Ambeien (wasir)

Kemampuan Sarang Semut untuk pengobatan ambeien (wasir) berkaitan dengan kandungan flavonoid dan taninnya yang tinggi. Kedua golongan senyawa ini dalam beberapa penelitian memang sudah terbukti dapat mengobati wasir.

5. Benjolan-benjolan dalam payudara

Yang dimaksud dengan benjolan-benjolan pada payudara adalah pembengkakan bukan tumor (non-neoplasma). Diduga kuat mekanisme penyembuhannya serupa dengan kasus tumor dan kanker, yaitu dengan mengandalkan kemampuan kandungan flavonoid yang terkandung dalam Sarang Semut.

6. Gangguan fungsi ginjal dan prostat

Mekanisme pengobatan gangguan fungsi ginjal dan prostat kemungkinan ada kaitannya dengan kandungan antioksidan (flavonoid dan tokoferol) serta multi-mineral yang ada dalam Sarang Semut.

7. Haid dan keputihan

Proses pengobatan untuk keputihan dan melancarkan haid ada kaitannya dengan kandungan flavonoid, tanin, dan multi-mineralnya, terutama kalsium dan seng.

8. Melancarkan peredaran darah

Kandungan antioksidan yang tinggi (tokoferol dan flavonoid) dan multi-mineral yang terkandung dalam sarang memiliki peranan penting dalam melancarkan peredaran darah.

9. Migren (sakit kepala sebelah)

Untuk pengobatan migren berkaitan dengan fungsi kandungan flavonoid dan multi-mineral dalam Sarang Semut, khususnya kalsium, natrium, dan magnesium.

10. Penyakit paru-paru (TBC)

Pengobatan TBC terkait dengan peranan flavonoid yang terkandung dalam Sarang Semut yang berfungsi sebagai antivirus.

11. Rematik (encok)

Ini terkait dengan kemampuan flavonoid sebagai inhibitor enzim xanthine oxidase dan antioksidan serta tokoferol sebagai antioksidan dan multi-mineral yang terkandung dalam Sarang Semut.

12. Gangguan alergi hidung, mimisan, bersin-bersin

Senyawa-senyawa yang bertanggung jawab terhadap gangguan ini adalah antioksidan (tokoferol dan flavonoid) dan tanin.

13. Sakit maag

Seperti halnya TBC, yang berperan dalam pengobatan maag adalah flavonoid yang terkandung dalam Sarang Semut sebagai antibakteri.

Manfaat Tambahan Sarang Semut

Selain telah terbukti secara empiris dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti tersebut di atas, Sarang Semut juga dapat digunakan untuk untuk melancarkan dan meningkatkan ASI, memulihkan gairah seksual, dan memulihkan serta menjaga stamina.

1. Melancarkan dan meningkatkan ASI

Kandungan multi-mineral dari tumbuhan Sarang Semut diduga memiliki peranan yang penting dalam melancarkan dan meningkatkan produksi ASI, mempercepat proses pemulihan kesehatan ibu setelah melahirkan, dan memulihkan kewanitaan (sari rapet).

2. Memulihkan gairah seksual

Kandungan antioksidan yang tinggi (tokoferol dan flavonoid) dan multi-mineral dari tumbuhan Sarang Semut diduga memiliki peranan yang penting dalam meningkatkan gairah seksual ini.

3. Memulihkan stamina tubuh

Kandungan antioksidan yang tinggi (tokoferol dan flavonoid) dan multi-mineral dais tumbuhan Sarang Semut diduga memiliki peranan yang penting dalam memulihkan kesegaran dan stamina tubuh.

(Sumber: Buku "Gempur Penyakit dengan Sarang Semut" Penulis Dr. Ir. Ahkam Subroto, Hendro Saputro)

Jenis - Jenis Kanker Rahim


Cukup banyak jenis kanker rahim. Tapi, jelas Nasdaldy ada tiga jenis yang
paling banyak menyerang wanita; kanker serviks (leher rahim), kanker
ovarium
(indung telur), dan kanker endometrium (badan rahim).
1. KANKER SERVIKS

* Gejala
Terdapat keputihan berlebihan, berbau busuk, dan tidak
sembuh-sembuh. Memang, tak semua keputihan pertanda ada kanker. Sebab,
keputihan pun bisa karena ada rangsangan lain. "Karena itu, kalau timbul
keputihan abnormal sebaiknya periksa ke dokter, apakah itu kanker atau
bukan."
Gejala lain, terdapat perdarahan di luar siklus haid. "Terutama
perdarahan setelah berhubungan intim." Untuk memastikannya harus diperiksa
dokter, karena perdarahan bisa juga terjadi akibat gangguan keseimbangan
hormon.
Bila kanker sudah mencapai stadium 3 ke atas, maka akan terjadi
pembengkakan di berbagai anggota tubuh, seperti di paha, betis, tangan, dan
sebagainya. Tapi, jika masih prakanker justru tak ada gejala.
* Deteksi Dini
Bagi wanita yang telah berhubungan seks, lakukan pemeriksaan
Pap's
smear; mengambil getah serviks dari vagina yang akan diperiksa ahli
patologi. "Pap's smear bisa mendeteksi prakanker sampai kanker sehingga
memungkinkan dilakukan pengobatan cepat dan tepat." Lakukan pemeriksaan
secara berkala, setahun sekali. Toh, tidak mahal. Bahkan di puskesmas pun
bisa.
* Pengobatan
Yang utama lewat operasi; sederhana, besar, khusus. Operasi
sederhana dilakukan pada tingkat stadium awal, yang disebut dengan konisasi
(pemotongan rahim seperti kerucut). Karena dalam stadium awal (prakanker)
dari nol hingga 1A. "Kanker masih berada di sel-sel selaput lendir."
Operasi
dilakukan bila pasien masih ingin hamil. Bila tak ingin hamil lagi akan
dilakukan histerektomi simple (rahim diangkat semua). Tujuannya agar kanker
tak kambuh lagi.
Histerektomi radikal akan dilakukan bila kanker sudah stadium 1B
sampai 2A/2B. "Seluruh rahim diangkat berikut sepertiga vagina, serta
penggantung rahim akan dipotong hingga sedekat mungkin dengan dinding
panggul. Indung telur bisa diangkat atau tidak tergantung usia pasien. Bila
masih haid, indung telur akan ditinggal." Kendati vagina dipotong tak
berarti tak bisa berhubungan seks, lo. "Awalnya akan terasa tak enak karena
vagina lebih pendek, tapi pada akhirnya akan terbiasa juga, kok." Nah, bila
kanker serviks sudah berada dalam stadium 2B ke atas, operasi tak lagi bisa
dilakukan, melainkan dengan radiasi atau penyinaran. Sayangnya, penyinaran
memiliki komplikasi; indung telur ikut mati terkena radiasi. "Akibatnya
hormon pun mati. Padahal hormon diperlukan untuk gairah seksual dan haid.
Juga mencegah osteroporosis dan jantung."
Komplikasi lainnya, dalam penyinaran bukan enggak mungkin
terkena
organ lain, semisal dubur dan saluran kencing. Terkadang terjadi luka bakar
pada dubur dan terjadi diare atau perdarahan terus. "Kalau terjadi

demikian, maka dubur atau saluran kencing harus diangkat. Sebagai gantinya
akan dibuatkan dubur atau saluran kencing baru lewat perut."
Bahkan, akibat penyinaran vagina pun menjadi kaku, sehingga
penderita tak bisa berhubungan seks. "Lain dengan operasi, kendati vagina
diangkat sepertiganya tapi masih tetap bisa berhubungan seks."
Belum lagi bila ternyata tumor resisten terhadap penyinaran,
sehingga berapa pun banyaknya penyinaran, tumornya tetap ada. Padahal
komplikasi penyinaran, kan, sangat banyak. Itu sebabnya radiasi dilakukan
bila tak ada pilihan lain.
Pengobatan berikutnya, kemoterapi; dilakukan bila operasi dan
radiasi tidak memungkinkan lagi. Semisal, dalam setahun sudah pernah
diradiasi, sehingga tak mungkin dilakukan radiasi lagi karena dikhawatirkan
terjadi komplikasi. Sayangnya, kemoterapi sangat mahal biayanya.
2. KANKER OVARIUM

* Gejala
Perut terasa begah, kembung, tidak nyaman. "Tapi gejala ini
tidak
spesifik. Bahkan, kebanyakan justru tak merasakan gejala apa-apa." Gejala
selanjutnya perut membesar, terasa ada benjolan, nyeri panggul, gangguan
BAB/BAK akibat penekanan pada saluran pencernaan dan saluran kencing.
Bahkan
pada keadaan yang lebih lanjut, dapat terjadi penimbunan cairan di rongga
perut sampai mengalir ke rongga dada, sehingga perut tampak sangat
membuncit. "Terkadang disertai sesak napas. Kalau sudah demikian, biasanya
sudah terlambat ditangani."
* Deteksi Dini
Kerap terjadi keterlambatan deteksi akibat sulit mendeteksinya
pada
stadium dini. "Karena lokasi ovarium berada di dalam rongga panggul,
sehingga tak terlihat dari luar."
Biasanya kanker ditemukan lewat pemeriksaan dalam. Bila
ditemukan
kista, maka akan di-USG, apakah terdapat tanda-tanda kanker atau tidak.
"Memang tak semua kista akan jadi kanker. Kista yang mengarah kanker
biasanya berlokus-lokus atau bersekat-sekat. Juga dindingnya tebal dan
tidak
teratur.
Pemeriksaan lainnya, CT-Scan dan tumor marker (pertanda tumor)
lewat
pemeriksaan darah.
* Pengobatan
Dilakukan operasi yang dilanjutkan dengan terapi. Komplikasinya,
mual, muntah, atau rambut rontok. Kemoterapi tidak diberikan pada penderita
stadium awal.

3. KANKER ENDOMETRIUM

* Gejala
Terdapat perdarahan, terutama pada pasca menopause atau di luar masa haid.
Juga bila haidnya sangat lama dan banyak. "Karena dengan haid lama dan
banyak, maka berarti endometriumnya semakin menebal, kan?"
* Deteksi Dini
Karena gejala awal berupa perdarahan, maka umumnya penderita
lebih
awal melakukan pemeriksaan sehingga sebagian besar penyakit ini diketahui
pada stadium awal.
Pemeriksaan USG dilakukan untuk melihat ketebalan dinding
edometrium. Selanjutnya dilakukan kuretase. "Cairannya akan dibawa ke
patologi untuk dilihat apakah kanker atau bukan."
* Pengobatan
Operasi yang dilanjutkan dengan radiasi atau kemoterapi.