Cara Aman dan Alami Atasi Kegemukan
HAMPIR setiap individu ingin memiliki bentuk tubuh ideal dan sehat. Dikatakan tubuh ideal apabila tercapai keseimbangan antara ketebalan lapisan lemak, berat, dan tinggi badan.
Dulu, kegemukan sering disebut sebagai lambang kemakmuran, kewibawaan, dan kesehatan. Namun seiring perkembangan gaya hidup, orang mulai menyadari bahwa selain tidak menguntungkan dari sisi penampilan, kegemukan juga bisa menimbulkan beban psikologis. Belum lagi risiko hipertensi 2,9 - 5,6 kali lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang memiliki berat badan normal, berisiko 2,1 kali lebih besar terserang hiperkolesterolemia dan 2,9 kali lebih besar terserang diabetes millitus; juga berisiko terserang kanker, penyakit jantung koroner, dan stroke.
Kapankah Anda disebut kegemukan?
Kegemukan bisa diartikan sebagai berat badan tidak ideal atau berlebihan berdasarkan perhitungan Berat Badan Ideal (BBI). Kegemukan sendiri ada 2 macam, yaitu overweight dan obesitas. Overweight adalah penumpukan jaringan lemak tubuh yang abnormal dengan batasan berat badan antara 10-20% dari berat badan normal. Sementara obesitas atau kegemukan didefinisikan sebagai penumpukan jaringan lemak tubuh yang abnormal, dengan batasan berat badan di atas 20 % dari berat badan normal.
Sebenarnya, berat badan bagaimanakah yang dikatakan ideal?
Berat badan ideal dapat dihitung dengan beberapa cara, yaitu :
1. Dengan rumus Berat Badan Ideal (BBI) :
Tinggi Badan - 100 - 10% (Tinggi Badan - 100) , untuk usia <= 30 th
Tinggi Badan - 100 , untuk usia > 30 th
Kategori pengukuran :
Normal : 10% BBI
Overweight : 10-20% BBI
Obesitas : ) 20% BBI
2. Dengan rumus IMT (Indeks Massa Tubuh atau Body Mass Index)
BB BB = Berat Badan
TB2 TB = Tinggi Badan
Kategori pengukuran : Wanita Pria
Kurus/underweight : <18 <18
Normal : 18-23 18-25
Overweight : 23-27 25-29
Obesitas : >27 >29
3. Pengukuran tebal lemak menggunakan alat skinfold.
Pengukuran dilakukan di daerah perut, lengan, dan punggung. Untuk melakukannya, hubungi dokter atau ahli gizi Anda.
Faktor Penyebab kegemukan itu sangatlah banyak, di antaranya adalah :
-Kebiasaan makan yang buruk. Seperti konsumsi makanan yang melebihi kebutuhan tubuh.
-Kebiasaan mengemil.
-Adanya anggapan yang salah, yaitu bahwa anak yang gemuk adalah sehat; sehingga anak dijejali dengan makanan.
-Gangguan hormonal, seperti kelainan hormon insulin dan tiro¬id. Kelainan ini menyebabkan gangguan metabolisme zat gizi di dalam tubuh; namun, kelainan ini jarang ditemukan.
-Faktor keturunan (genetik).
-Kurang berolah raga.
-Stres, dll.
Upaya mengatasi kegemukan
Kesadaran akan pentingnya penampilan maupun kesehatan membuat para penderita kegemukan berupaya menurunkan berat badan mereka. Tapi sayangnya sebagian dari mereka menempuh cara yang kurang tepat untuk menurunkan berat badannya, seperti menjalankan diet ketat dengan kandungan kalori yang sangat rendah, sehingga melampaui batas aman dan membahayakan tubuh.
Penggunaan mesin-mesin modern penurun berat badan dalam waktu yang sangat singkat dan tidak proporsional.
Melakukan olah raga secara tidak teratur dan terukur.
Minum pil dan obat-obatan penurun berat badan yang berdampak negatif bagi kesehatan.
Prinsip penting dalam mengelola berat badan adalah :
Pengaturan asupan makanan dengan gizi seimbang dan dalam jumlah yang aman. Melakukan olah raga secara teratur. Konsumsi suplemen makanan.
Diet penurunan berat badan yang aman
Untuk menurunkan berat badan, menu makanan tidak perlu diatur secara kaku, tetapi diusahakan makan dengan kenyang, nikmat, sehat, sekaligus tidak membuat badan menjadi gemuk. Prinsip diet pengelolaan berat badan adalah :
-Hindari makanan yang mengandung lemak jenuh seperti jeroan, daging merah, dan minyak hewani.
-Konsumsi makanan yang tinggi kalori dan protein, namun rendah lemak seperti kacang-kacangan.
-Konsumsi makanan yang tinggi vitamin, mineral, dan serat, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan.
-Makan dengan porsi kecil tapi sering.
-Minum air putih minimal 8 gelas sehari.
Untuk pengaturan menu yang tepat setiap hari, dapat Anda konsultasikan dengan Ahli Gizi.
Olah raga untuk membantu penurunan berat badan
Olah raga akan melancarkan alir¬an darah, mengendurkan kete¬gangan pikiran, dan menjadikan tubuh sehat dan segar. Jadi kombinasikanlah diet Anda dengan olah raga. Adapun jenis olah raga yang dapat menurunkan berat badan adalah olah raga aerobik atau latihan yang banyak menggunakan oksigen. Contoh latihan aerobik yang paling efektif adalah latihan yang berirama dan berulang kali, misalnya berjalan cepat, jogging, berlari, berenang, bersepeda, dan senam aerobik. Ada suatu teori yang menyatakan bahwa latihan aerobik melepaskan bahan-bahan ke dalam tubuh yang meno¬long menekan nafsu makan, meningkatkan laju pertukaran zat sehingga efektif untuk membakar kalori. Latihan aerobik yang efektif tidaklah harus berlangsung pada intensitas yang tinggi; cukup 30-60 menit seminggu 3 kali, atau pada interval yang diatur rata.
Dari hasil penelitian Oscal & Holloszy (1969) ditemukan adanya perbedaan pengaruh dari olah raga dan diet dalam menurunkan berat badan, yaitu sebagai berikut :
Jadi, berolah raga di siang hari de¬ngan mengenakan jaket parasut bukanlah cara yang tepat untuk menurunkan berat badan; karena yang berkurang hanyalah air; setelah minum, berat badan akan kembali lagi.
Konsumsi suplemen makanan
Upaya lain yang bisa dilakukan untuk mengefektifkan penurunan berat badan adalah dengan mengkonsumsi suplemen yang mengandung HCA (Hydroxy Citric Acid). HCA berasal dari sejenis buah asam Garcinia cambogia, yang hanya terdapat di hutan Asia Selatan dan telah lama digunakan sebagai bumbu masak dan pengobatan tradisional. Penelitian menunjukkan HCA sangat aman, terutama dalam menghambat pembentukan lemak. HCA adalah senyawa alami yang mempunyai susunan kimia sangat mirip dengan asam sitrat yang ditemukan dalam jeruk dan buah-buahan sitrat lainnya. Ada pun cara kerja HCA di dalam tubuh adalah :
Menghambat kerja enzym ATP Citrate Lyase, sehingga dapat menghambat pembentukan lemak dan kolesterol dari glukosa. Penelitian menunjukkan HCA dapat menurunkan pembentukan asam lemak kira-kira sampai 40-80% pada rentang waktu antara 8-12 jam sesudah makan.
Merangsang pengiriman sinyal rasa kenyang ke otak pada saat kadar glikogen naik dan kadar glukosa darah penuh. Dengan demikian, nafsu makan dapat ditekan dan asupan makanan berkurang. Penelitian terhadap hewan menunjukkan bahwa HCA dapat menurunkan asupan makanan sampai 10%.
Jadi, untuk program penurunan berat badan yang aman, alami, dan tetap sehat; kombinasikanlah diet Anda dengan olah raga dan suplemen yang mengandung HCA. Program penurunan berat badan Anda juga lebih nyaman dan efektif bila Anda juga mengkonsultasikannya dengan dokter dan ahli gizi.
klik link di bawah ini..
Senin, 12 Mei 2008
Diposting oleh TyasLavigne di 22.26 0 komentar
Meskipun rasanya sangat masam, belimbing wuluh ampuh mengatasi berbagai penyakit ringan dan penyakit degeneratif serta bisa digunakan sebagai obat luar.
Melihat sosoknya, tanaman dari keluarga Oxalidaceae itu, kurang menarik. Namun di balik sosoknya yang kurang menonjol, belimbing wuluh merupakan tanaman berkhasiat untuk mengatasi batuk, rematik, hingga tekanan darah tinggi.
Batuk Hingga Sariawan
Kebanyakan orang mengenal belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) sebagai tanaman pekarangan yang berbunga sepanjang tahun. Belum banyak yang tahu tanaman asal Amerika tropis ini juga dapat digunakan untuk mengobati aneka penyakit.
Selama ini, orang mengambil manfaat belimbing wuluh hanya sebagai sirup, manisan, atau bumbu masak. Padahal, secara tradisional, tanaman ini banyak dimanfaatkan mengatasi berbagai penyakit; seperti batuk, diabetes, rematik, gondongan, sariawan, sakit gigi, gusi berdarah, jerawat sampai tekanan darah tinggi.
Bagian yang biasa digunakan adalah buah, batang, daun, dan bunganya. Keempat bagian tersebut banyak mengandung senyawa yang berkhasiat, antara lain saponin, tanin, glukosida, kalsium oksalat, sulfur, asam format, peroksida, dan kalium sitrat.
Untuk mengatasi batuk, diperlukan segenggam daun, setengah genggam bunga, dan tiga buah belimbing wuluh. Ketiga bahan itu kemudian direbus bersama-sama dalam tiga gelas air hingga tinggal dua gelas. Setelah disaring, minum air rebusan tiga kali sehari selama tiga hari sampai batuk mereda.
Untuk sakit gigi, ambil lima buah belimbing wuluh. Setelah dicuci bersih, kunyah belimbing dengan garam secukupnya. Ulangi beberapa kali sampai rasa sakit berkurang. Cara yang sama juga bisa diaplikasikan dalam mengatasi gusi berdarah. Makan saja dua buah belimbing wuluh hijau yang masih segar dengan garam secukupnya. Lakukan beberapa kali sampai rasa sakit mereda.
Untuk mengatasi sariawan, lain lagi caranya. Ambil delapan kuntum bunga serta asam jawa dan garam secukupnya. Agar rasanya lebih enak, boleh ditambah gula aren. Selanjutnya, rebus semua bahan dengan tiga gelas air sampai tinggal dua gelas. Saring air rebusan tersebut dan minum dua kali sehari selama dua hari hingga sariawan teratasi.
Sebagai Obat Luar
Buah belimbing wuluh segar juga berkhasiat untuk obat luar, seperti jerawat misalnya. Caranya, siapkan tiga buah belimbing wuluh segar. Cuci sampai bersih lalu parut dan campur sedikit garam. Tempelkan parutan belimbing pada kulit yang berjerawat. Lakukan terus dua kali sehari selama beberapa hari.
Untuk gondongan, setengah genggam daun belimbing wuluh ditumbuk bersama tiga gelondong bawang putih ukuran sedang. Selanjutnya, kompres bagian yang gondongan dengan ramuan tersebut dua kali sehari, sedikitnya dua hari berturut-turut atau sampai gondongan pulih.
Belimbing wuluh juga ampuh untuk meredakan rematik. Cuci segenggam daun lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan kapur sirih secukupnya dan oleskan pada bagian yang sakit. Lakukan dua kali sehari sampai rematik hilang.
Diabetes dan Darah Tinggi
Selain ampuh mengatasi berbagai penyakit “ringan”, belimbing wuluh juga efektif untuk meredakan penyakit degeneratif semisal diabetes dan tekanan darah tinggi. Untuk mengatasi diabetes, dibutuhkan sebanyak enam buah belimbing wuluh yang dicacah kasar. Selanjutnya, cacahan belimbing wuluh direbus dengan segelas air hingga tinggal setengahnya saja. Saring ramuan tersebut dan minum dua kali sehari hingga kadar gula darah normal.
Untuk mengatasi darah tinggi, siapkan tiga buah belimbing wuluh yang belum matang benar dan berukuran besar, lalu cuci dan parut. Selanjutnya, campurkan parutan buah belimbing dengan 25 gram biji srigading yang sudah dicuci. Masukkan ke dalam panci berisi empat gelas air lalu direbus. Setelah dingin, rebusan disaring. Minum air saringan itu sekali sehari satu gelas.
Jika kesulitan mencari biji srigading, langkah lain bisa ditempuh, dengan memarut tiga buah belimbing wuluh yang masih hijau kemudian ambil airnya. Minum sari belimbing wuluh sekali sehari pada pagi atau malam hari. Alternatif lainnya, iris tiga buah belimbing wuluh dan rebus dengan tiga gelas air dan sisakan setengahnya. Saring dan minum sekali sehari pada pagi atau malam hari.
Diposting oleh TyasLavigne di 22.25 0 komentar
Label: kesehatan
|
Cara mengobati kanker secara tuntas adalah dengan
operasi. Tapi dewasa ini kanker yang dapat dioperasi
secara tuntas tidak sampai 1/3, mengapa? Ada beberapa
penyebabnya: (1) kanker dini tidak ada gejala khusus,
ketika terdiagnosis sudah stadium lanjut, kankernya
sudah sangat besar, atau lokasinya menyulitkan,
misalnya di dekat pembuluh darah besar, atau sudah
menyebar (metastasis), tidak dapat dioperasi lagi. (2)
kondisi fisik pasien lemah, atau menderita penyakit
lain seperti hipertensi, jantung koroner, fungsi
ginjal terganggu, dll. hingga tidak dapat menahan
tindakan bedah. (3) pasien atau keluarganya menolak
dioperasi.
Bagaimana cara menangani pasien demikian? Pertama-tama
harus berpegang pada motto &sayangilah kehidupan,
jangan putus asa*, dengan kasih dan tulus mengobati
setiap pasien. Ke dua, memanfaatkan berbagai metode
yang ada secara optimal, terutama teknologi terbaru,
dalam terapi secara kombinasi.
Dengan kemajuan iptek, dewasa ini sudah banyak cara
terapi baru bermunculan, khususnya metode berteknologi
tinggi, sehingga sebagian kanker yang tak dapat
dioperasi dapat dimusnahkan, setidaknya dapat
mengurangi jumlah sel kanker, dengan berkurangnya
beban sel kanker maka radioterapi dan kemoterapi dapat
digunakan. Metode baru itu meliputi metode transarteri
(jieru), dengan memasukkan kateter lewat pembuluh
darah hingga ke dekat kanker, pembuluh darah yang
memasok kanker disumbat, atau disuntikkan obat
antikanker ke dalamnya; imunoterapi yaitu meningkatkan
kemampuan sel kekebalan tubuh dalam membasmi sel
kanker; metode ablasi, yaitu dengan pembekuan,
pemanasan atau zat kimia secara langsung &menembak
mati kanker di tempat*, yang menonjol di antaranya
adalah metode krioablasi; ada lagi metode terapi
fotodinamik, yang juga dijuluki &peluru kendali*
fotokimia, yaitu dengan sinar laser mengaktifkan zat
khusus tertentu agar timbul reaksi kimia yang
mematikan sel kanker.
Secara klinis, metode terapi konvensional (termasuk
operasi, radioterapi dan kemoterapi) harus dipadukan
dengan teknologi canggih mutakhir, satu teknologi
canggih mutakhir harus dipadukan dengan teknologi
canggih mutakhir lain, terapi tradisional China (TCM)
dan kedokteran Barat harus dipadukan. Praktek klinis
kami menunjukkan, dengan &tiga perpaduan menjadi
satu* itu, 70%pasien kanker yang tidak dapat
dioperasi lagi setelah menjalani perpaduan terapi
tersebut dapat mengalami perbaikan, bahkan kesembuhan.
Satu contohnya adalah seorang anak kecil. Pada tanggal
23 November 2001 koran &Yangcheng Wanbao* di
Guangzhou, China, memuat satu artikel berjudul:
&Siapa mau membantu bocah Ming mengoperasi tumor
raksasanya?*. Seorang bocah bernama Ming Zai yang
berasal dari daerah pegunungan di sebelah Barat
Guangdong telah kami jemput untuk diobati ke RS kami.
Kondisi penyakitnya jauh lebih parah dari yang kami
bayangkan. Bocah 6 tahun itu tampaknya seperti berusia
4 tahun, tampak murung, suaranya lemah, pucat pasi,
berdiri tidak mantap, duduk tidak tegap, matanya
cekung, bola matanya redup, pipinya kurus, mulutnya
tidak dapat dibuka, di dasar rongga mulutnya terdapat
suatu tonjolan, gigi geliginya jarang dan tidak
teratur letaknya. Di bagian depan lehernya terdapat
satu benjolan besar sekali, permukaannya tertutup
kulit yang tipis mengkilap, pembuluh darah di bawah
kulitnya tampak jelas. Benjolan itu tidak mudah
digerakkan, bagian atasnya mencapai rahang bawah,
bagian bawahnya menyatu dengan dada atas, napasnya
memburu, frekuensi nadinya 140 kali per menit.
Hasil ronsen dan CT-scan menunjukkan: tulang gusi dan
rahang bawahnya sudah destruksi; di dalam benjolan itu
terlihat jaringan kulit dan folikel rambut, di
dalamnya tersebar gigi geligi. Di bawah mikroskop
terlihat banyak sel ganas. Diagnosisnya adalah
teratoma maligna. Tumor itu bukan hanya tumbuh ke
luar, tapi juga mendestruksi ke atas, merusak tulang
gusi dan bagian bawah rongga mulutnya, ke dalam juga
mendesak batang tenggorok dan kerongkongan. Napasnya
memburu, tidak dapat menelan makanan kering, karena
tumor itu menekan batang tenggorok dan
kerongkongannya.
Suatu sore tanggal 24 November 2001, para pakar
terkait dari berbagai RS di kota Guangzhou datang
memeriksanya. Hasilnya adalah operasi merupakan
satu-satunya cara membuang tuntas tumor itu, tapi saat
ini Ming Zai tidak dapat menerima operasi. Sebab: (1)
waktu operasi, perdarahan minimal 5000 mL, sedangkan
darah di dalam badannya hanya sekitar 1000 mL; (2)
tumor di leher, tidak dapat dilakukan intubasi, juga
tidak dapat dilakukan torakotomi, maka tidak dapat
dilakukan pembiusan; (3) tumor itu ganas, status gizi
dan pertumbuhan sang bocah buruk sekali, diperkirakan
umurnya tidak lebih dari 3 bulan, maka mungkin sebelum
selesai terapinya ia sudah meninggal. Dari aspek
perbandingan biaya-hasil, nilai terapinya tidak besar.
Tapi, menghadapi akan hilangnya satu jiwa, kami
bertekad untuk melakukan terapi, tidak putus asa.
Operasi tidak mungkin, kami menggunakan metode
nonoperasi. Melalui infus transarteri, radiasi, terapi
panas dan krioablasi argon-helium dan perpaduan
teknologi canggih lainnya, tumor Ming Zai secara
bertahap menyusut hingga lenyap. Kini Ming Zai sudah
pulih total, sedang bersekolah lagi.
Kalau bukan karena motto &menyayangi jiwa, tidak
pernah putus asa* dan menggunakan perpaduan berbagai
metode teknologi canggih, jiwa yang nyaris hilang itu
tidak mungkin berhasil ditolong.
Diposting oleh TyasLavigne di 22.22 0 komentar
Label: kesehatan
Penderita Kanker Kebanyakan Perempuan
SETIAP orang berpotensi punya kanker. Maka tentu ada baiknya kita mengenal jenis-jenis kanker. Secara garis besar, para ahli kanker membagi penyakit mematikan ini menjadi dua jenis, yakni kanker solid dan kanker non-solid atau berupa cairan.
Kanker jenis solid sendiri terdiri dari beberapa jenis, yakni: kanker payudara, kanker otak, kanker tulang, kanker hati, hingga kanker paru.
Sedang kanker jenis non-solid hanya ada kanker darah atau istilah kedokteran sering disebut leukemia. Kanker darah ini terjadi akibat sel darah putih membelah diri tak beraturan sehingga terjadi kerusakan sel darah merah.
Di Indonesia ada sepuluh macam kanker yang paling banyak diderita warganya, yakni: kanker mulut rahim, kanker payudara, kanker paru-paru, kanker hati, kanker kelenjar getah bening, kanker darah, kanker ginjal, kanker kulit, kanker usus besar, dan kanker prostat.
Data bagian radiologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menyebutkan penyakit kanker yang banyak menyerang orang Indonesia saat ini adalah kanker mulut rahim yakni mencapai 17%, kanker payudara sebanyak 11%, kanker kulit sebanyak 7% dan kanker nasofaring sebanyak 5%. Sedang sisanya adalah kanker hati, kanker paru, dan leukemia.
"Yang memprihatinkan, rata-rata penyakit kanker ini menyerang sepuluh dari 100.000 penduduk Indonesia saat ini," ujar Sutjipto, ahli penyakit kanker di Rumah Sakit Dharmais.
Menurut dia, dari sepuluh jenis kanker itu secara kuantitas kanker payudara dan kanker mulut rahim merupakan jenis kanker yang paling banyak diderita, baik di Indonesia maupun di dunia. "Kebanyakan penderitanya adalah perempuan," ujar Sutjipto. Sayang masih banyak kaum ibu tidak waspada terhadap bahaya kedua kanker itu.
Sedang jenis kanker yang paling banyak menyerang lelaki adalah kanker prostat, kanker paru, dan kanker usus besar.
Kata Sutjipto, secara genetik kekebalan tubuh lelaki dan perempuan sebetulnya sama. Tapi, secara hormonal beda. Itu sebabnya pengidap kanker kebanyakan adalah wanita, yakni penderita kanker leher rahim dan kanker payudara.
Diposting oleh TyasLavigne di 22.20 0 komentar
Label: kesehatan
Penderita Kanker Kebanyakan Perempuan
SETIAP orang berpotensi punya kanker. Maka tentu ada baiknya kita mengenal jenis-jenis kanker. Secara garis besar, para ahli kanker membagi penyakit mematikan ini menjadi dua jenis, yakni kanker solid dan kanker non-solid atau berupa cairan.
Kanker jenis solid sendiri terdiri dari beberapa jenis, yakni: kanker payudara, kanker otak, kanker tulang, kanker hati, hingga kanker paru.
Sedang kanker jenis non-solid hanya ada kanker darah atau istilah kedokteran sering disebut leukemia. Kanker darah ini terjadi akibat sel darah putih membelah diri tak beraturan sehingga terjadi kerusakan sel darah merah.
Di Indonesia ada sepuluh macam kanker yang paling banyak diderita warganya, yakni: kanker mulut rahim, kanker payudara, kanker paru-paru, kanker hati, kanker kelenjar getah bening, kanker darah, kanker ginjal, kanker kulit, kanker usus besar, dan kanker prostat.
Data bagian radiologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menyebutkan penyakit kanker yang banyak menyerang orang Indonesia saat ini adalah kanker mulut rahim yakni mencapai 17%, kanker payudara sebanyak 11%, kanker kulit sebanyak 7% dan kanker nasofaring sebanyak 5%. Sedang sisanya adalah kanker hati, kanker paru, dan leukemia.
"Yang memprihatinkan, rata-rata penyakit kanker ini menyerang sepuluh dari 100.000 penduduk Indonesia saat ini," ujar Sutjipto, ahli penyakit kanker di Rumah Sakit Dharmais.
Menurut dia, dari sepuluh jenis kanker itu secara kuantitas kanker payudara dan kanker mulut rahim merupakan jenis kanker yang paling banyak diderita, baik di Indonesia maupun di dunia. "Kebanyakan penderitanya adalah perempuan," ujar Sutjipto. Sayang masih banyak kaum ibu tidak waspada terhadap bahaya kedua kanker itu.
Sedang jenis kanker yang paling banyak menyerang lelaki adalah kanker prostat, kanker paru, dan kanker usus besar.
Kata Sutjipto, secara genetik kekebalan tubuh lelaki dan perempuan sebetulnya sama. Tapi, secara hormonal beda. Itu sebabnya pengidap kanker kebanyakan adalah wanita, yakni penderita kanker leher rahim dan kanker payudara.
Diposting oleh TyasLavigne di 22.20 0 komentar
Penyakit kanker dewasa ini telah menjadi hal yang paling menakutkan karena merupakan penyebab kematian kedua setelah penyakit jantung berdasarkan data WHO. Kebanyakan kematian yang disebabkan kanker dikarenakan keterlambatan pendiagnosaan dan penanganan akibat kurangnya informasi mengenai kanker. Karena kebutuhan pengetahuan dan informasi tentang kanker inilah maka dibuat suatu sistem informasi yaitu Sistem Informasi dan Konsultasi Kanker yang akan memberikan informasi secara jelas mengenai kanker antara lain tentang pengertian kanker, jenis-jenis kanker, gejala kanker dan pengobatan kanker. Sistem informasi dan konsultasi kanker ini dibuat dengan menggunakan PHP dan MySQL. Sistem ini selain menyediakan informasi tentang kanker juga menyediakan fasilitas konsultasi bagi yang ingin menanyakan hal-hal tentang penyakit kanker. Sistem ini juga menyediakan beberapa fasilitas tambahan antara lain artikel atau berita tentang kanker, agenda kegiatan yang berkaitan dengan kanker baik yang diadakan oleh yayasan maupun pihak luar. Dengan adanya sistem informasi ini diharapkan dapat memberikan informasi dan pengetahuan yang cukup tentang penyakit kanker kepada masyarakat umum.
Diposting oleh TyasLavigne di 22.19 1 komentar
Label: kesehatan
Orang Inggris menyebutnya CANCER. Kita menyebutnya KANKER. Kata Cancer
mengingatkan kita pada salah satu bintang Horoskop untuk yang lahir
tanggal 23 Juni – 23 Juli. Simbolnya adalah kepiting. Dalam Ilmu
Penyakit (Patologi) kanker adalah neoplasma yang ganas. Neoplasma adalah
perbanyakan, pertumbuhan dan perkembangan sel-sel tubuh yang abnormal,
mungkin tidak terkendalikan oleh mekanisme fisiologis yang ada dalam tubuh
kita. Kanker dapat meluas ke jaringan sekitarnya yang terdekat, atau
bahkan ke bagian tubuh lain yang jauh dari kanker itu berada. Memang,
kalau seluruh tubuh suatu kanker itu dapat diambil, tubuh kanker beserta
akar-akarnya itu mirip seekor kepiting.
Kanker dibedakan dengan TUMOR. Tumor adalah neoplasma yang jinak. Dalam
batas-batas tertentu, tubuh masih mampu membatasi pertumbuhan dan
perkembangan neoplasma itu, misalnya dengan membentuk kapsul atau dinding
pembatas yang tegas antara tumor dan jaringan sehat di sekitarnya. Secara
awam, pengertian tumor sama dengan benjolan abnormal yang terjadi pada
atau dalam tubuh kita. Misalnya, benjolan akibat trauma kena pukul,
terbentur sesuatu, pendarahan bawah kulit dan sebagainya.
Jenis-jenis kanker sangat banyak. Penyakit ini diklasifikasikan dan
diberi nama menurut acuan Internasional. Misalnya dengan sebutan
‘Karsinoma’ untuk kanker pada sel-sel kelenjar kulit dan sebagainya, contoh
: Carcinoma mammae untuk kanker payudara. Untuk sel-sel jaringan kanker
diberi sebutan ‘Sarcoma’, contoh : jaringan tulang dan jaringan
linfatik, masing-masing dinamakan osteosarkoma dan limfosarkoma. Ada juga
nama khusus misalnya Leukimia untuk kanker darah.
Kriteria diagnostik kanker ditetapkan atas dasar gambaran klinis,;
keluhan dan gejala-gejala, serta gambaran anatomiknya yang tentu beragam
berdasarkan jenis dan lokasi kanker.; berat-ringan dan komplikasi
penyakit. Gambaran patologis anatomik meliputi gambaran makroskopik yaitu
berupa benjolan abnormal pada permukaan atau di dalam tubuh yang tidak
jelas batas-batasnya, tidak terbungkus dalam kapsul. Diagnostik pasti
mungkin diperoleh setelah dilakukan biopsi dan kemudian diproses dan
diperiksa secara mikroanatomik. Misalnya, dibawah mikroskop terlihat ada
sel-sel kanker tampak tidak khas bentuknya, terkesan kehilangan kemampuan
dalam berdiferensiasi dan tidak menentu arah perluasannya. Selain itu,
kanker sering mengalami metastasis yaitu meluas ke bagian tubuh lain
lewat peredaran darah. Diagnosis kanker dapat lebih cepat dilakukan dengan
bantuan pemeriksaan cairan tubuh, darah dan sebagainya untuk
jenis-jenis kanker tertentu.
Penyebab kanker sangat bermacam-macam, sebagian besar sulit atau tidak
dapat ditetapkan secara pasti. Kelompok penyebab kanker yang dikenal,
yaitu :
1. Karsinogen bahan kimia
2. Virus onkogenik
3. Energi radiasi
4. Karsinogen
Karsinogen kimia utama meliputi karsinogen langsung. Seperti
dimetilsufat, sejumlah obat-obat anti kanker, dan sebagainya. Ada bahan
prokarsinogen yang memacu secara tidak langsung terjadinya sel-sel kanker,
dan
ada bahan tumbuhan alam dan hasil mikroba, pemacu kanker misalnya
alfatoksin B1, kacang betel, dsb. Bahan kimia utama lain adalah insektisida,
fungisida, vinil klorida, dll. Sejumlah virus mungkin dapat menyebabkan
kanker misalnya virus DNA, Virus Herpes dan Virus Hepatitis B. energi
radiasi sinar dan juga bahan-bahan tertentu dapat menginduksi terjadinya
sel-sel kanker, misalnya : sinar UV, sinar-X, pemecahan nuklir dan
radionuklida. Jadi kita ini berada dalam lingkungan yang bisa menyebabkan
kanker!
Tidak semua orang dapat terkena kanker. Ada faktor-faktor resiko yang
memungkinkan seseorang terkena kanker, yaitu : terkena paparan
karsinogen dari 4 kelompok tersebut dalam jangka waktu panjang, ada faktor
genetik atau famili, ditambah dengan faktor stress berkepanjangan. Dengan
diketahuinya penyebab dan faktor-faktor resiko tersebut, tindakan
pencegahan dan kewaspadaan dini lebih mudah dilakukan. Minimal stadium dini
penyakit kanker dapat dideteksi untuk secepatnya dilakukan tindakan
terapetik.
Secara medis, tindakan terapetik meliputi berbagai pilihan. Tindakan
bisa spesifik dengan khemoterapi atau obat-obat kimia. Terapi kanker ada
yang tidak spesifik benar, misalnya dengan radiasi atau pembedahan.
Kombinasi keduanya, khemoterapi dan radiasi atau pembedahan mungkin juga
dilakukan sesuai indikasinya.
Selain itu, terapi gizi yang sifatnya suportif untuk meningkatkan daya
tahan tubuh juga secara langsung membantu penyembuhan dan pemulihan
kesehatan penderita. Terapi ini juga meminimalkan efek samping dari terapi
medis serta dapat mempercepat penyembuhannya.
Diposting oleh TyasLavigne di 22.18 0 komentar
Label: kesehatan
